Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Ombudsman Dorong Sekolah BEntuk Lembaga Pengaduan

- Rabu, 02 Juli 2014 15:16 WIB
335 view
Ombudsman Dorong Sekolah BEntuk Lembaga Pengaduan
Yogyakarta (SIB)- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta-Jawa Tengah mendorong sekolah membentuk lembaga khusus untuk menerima dan mengelola pengaduanĀ  masyarakat terkait penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

"Kami sudah memberikan pelatihan pengelolaan pengaduan ke beberapa sekolah. Harapannya, embrio pengelolaan pengaduan itu dapat dibentuk menjadi sebuah lembaga sehingga kedudukannya lebih kuat," kata Pelaksana Tugas Kepala OR) Perwakilan DIY-Jawa Tengah Budhi Masthuri di sela-sela Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Expo di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, ORI akan memberikan pendampingan selama satu tahun kepada 27 sekolah yang telah mengikuti pelatihan pengelolaan pengaduan tersebut. Sekolah yang mengikuti pelatihan tersebut juga dilibatkan dalam kegiatan PPDB Expo di Taman Pintar selama dua hari, 25-26 Juni.

"Jika dalam satu tahun ini sekolah-sekolah tersebut mampu mengelola dan menangani pengaduan yang masuk, maka tahun depan bisa ditunjukkan keberhasilan mereka mengelola kasus," katanya.

Keberhasilan sekolah mengelola kasus bisa diukur menggunakan sejumlah kriteria seperti sekolah bisa menampilkan data pengaduan yang masuk, adanya petugas khusus untuk menerima pengaduan, serta adanya alur penyampaian dan penyelesaian pengaduan.

Berdasarkan data ORI Perwakilan DIY-Jawa Tengah, jumlah pengaduan yang masuk ke lembaga tersebut justru mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir, yaitu 24 kasus pada 2012 menjadi 40 kasus pada 2013.

"Kasus yang masuk pada umumnya adalah aduan pungutan liar dari sekolah dan penahanan ijazah. Pengaduan yang masuk biasanya diselesaikan dengan rekomendasi," katanya.

Selama PPDB Expo, ORI Perwakilan DIY-Jawa Tengah juga membuka pos pengaduan PPDB yang bisa dilayani di mobil pengaduan keliling. Mobil milik ORI pusat tersebut sebelumnya telah mendatangi sejumlah kampus seperti Universitas Mercubuana Yogyakarta dan Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengatakan, pengelolaan pengaduan di sekolah biasanya dilayani oleh bagian humas.

"Setiap sekolah sudah memiliki sublembaga untuk menampung keluhan yaitu humas. Hanya, para guru yang menjadi humas tersebut terkadang tidak memiliki kompetensi untuk menerima, melayani dan mengelola keluhan," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Edy, humas sekolah tersebut perlu mendapat pelatihan pengelolaan aduan sehingga aduan yang nantinya ditangani ORI bisa berkurang. "Aduan bisa diselesaikan di sekolah. Jika masuk ORI, maka aduan tersebut sudah termasuk kasus yang berat," katanya. (Ant/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru