Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026
Pastor Hartaja T Budyardja SJ:

Mendidik Kaum Muda adalah Mereformasi Dunia

- Rabu, 02 Juli 2014 15:21 WIB
457 view
Mendidik Kaum Muda adalah Mereformasi Dunia
SIB/Eddy Bukit
Pastor Hartaja seusai ceramah foto bersama para dosen.
Medan(SIB)- Ketua Yayasan Tenik Santo Alberto Pastor Hartaja T Budyardja SJ mengatakan,sekolah Katolik percaya bahwa pendidikan bisa berperan dalam memperjuangkan perubahan sosial ke arah kehidupan bersama yang lebih adil, bersaudara, solider dan lebih memihak pada kaum lemah. Itulah panggilan sekolah Katolik, sehingga muncul semboyan “mendidik kaum muda adalah mereformasi dunia”.

“Untuk menegaskan kembali orientasi dan cita-cita lembaga pendidikan Katolik tersebut, maka kita perlu bercermin kembali pada semangat konggregasi/ordo, mengapa konggregasi kita menyelenggarakan pendidikan? Hal ini tidak lepas dari zaman kolonial sewaktu para pemula konggregasi datang ke Indonesia”, kata Pastor Hartaja pada seminar “Idealisme Pendidikan Katolik” di kampus Politeknik St Thomas Jalan Matahari Raya Perumnas Helvetia Medan, Jumat (27/6).

Singkat kisahnya, dalam konteks zaman kolonial didirikan lembaga pendidikan Katolik dengan idealisme “mengentaskan kaum pribumi dari ketidakadilan yang mereka derita”. Mereka-mereka berjuang dan membela kaum pribumi. Siswa-siswanya diarahkan agar bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang komit pada perubahan masyarakat ke arah yang lebih adil .Mendidik manusia yang mempunyai harkat, yang mampu berbuat sesuatu, yang mandiri dalam berkarya, yang bersedia berkorban dengan berani membela hal-hak mereka dan agama .

Hasil pendidikan yang diharapkan adalah perubahan sosial, yaitu dari penindasan menuju keadilan”, katanya.

Dikatakannya, pendidikan bukan lagi diarahkan hanya untuk menciptakan teknorat-teknorat dengan keahlian tinggi, tetapi untuk menciptakan manusia-manusia yang berpihak memperjuangkan keadilan di dalam dunia. Dengan demikian pendidikan ditujukan demi  menciptakan manusia yang mau melakukan perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Mengikuti analisa dan kondisi masa kini,kata pastor, bangsa Indonesia  sedang sakit akibat rusaknya keadaan , merebaknya 3 penyakit sosial yakni korupsi, kekerasan serta rusaknya lingkungan hidup. Karena itu dibutuhkan adanya perubahan ke arah tumbuhnya budaya alternatif untuk mengatasi ketiga penyakit sosial itu dan mewujudkan kesejahteraan umum. Dengan demikian, dalam konteks Indonesia, pendidian Katolik dan Kristiani harus diarahkan pada perubahan sosial dari rusaknya keadaan, menuju tumbuhnya budaya alternatif yang diharapkan akan membangun keadaan publik, mengatasi berbagai penyakit sosial dan membangun kesejahtreraan bersama.

“Rusaknya keadaan dapat dilihat dari beberapa contoh, hidup tidak ditata berdasarkan iman dan ajaran agama, hidup tidak lagi sesuai nilai-nilai budaya dan hidup tidak didasarkan pada hati nurani,dan lainnya. Untuk memperoleh harta dan jabatan, orang sampai hati mengorbankan kepentingan orang lain, sehingga martabat diabaikan. Akibatnya , banyak yang rakus dan merusak lingkungan hidup, tanpa memikirkan masa depan”, katanya.

Banyak hal yang dapat dikembangkan sekolah, tiga hal sebagai fokus pendidikan kita yakni menumbuhkembangkan pola pandang,sikap dan prilaku yang berlawanan dengan 3 penyakit sosial itu. Menumbuhkembangkan pola pandang, sikap dan prilaku yang berlawanan dengan rusaknya keadaan . Menumbuhkembangkan kepemimpinan sebagai pendukung pengembangan kedua sikap tersebut,katanya.

Turut tampil sebagai pembicara Agus Ibrahim yang mengatakan, kesuksesan tidak dibentuk dengan kata-kata konstruktif belaka. Harus ada tindakan nyata. Satu langkah tindakan jauh lebih berharga daripada ribuan kilometer kata-kata. Kesalahan dan kegagalan tidak akan pernah membuat anda kalah selama anda tidak menyerah, katanya.

Hadir pada acara itu , Direktur Politeknik St Thomas Medan Kolombus Siringo-ringo ST MM, Wadir 2 Bangun Sihotang ST MPd dan  mahasiswa dari 4 Prodi Politeknik Santo Thomas ,Teknik Listrik, Teknik Elektro, Manajemen Informatika dan Perawatan dan Perbaikan Mesin. Acara ditandai dengan acara tanya dan jawab.(A2/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru