Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Ratusan Orang Tua Siswa Penerima BSM "Serbu" BRI Tanjungbalai

- Rabu, 02 Juli 2014 15:31 WIB
3.281 view
Ratusan Orang Tua Siswa Penerima BSM
SIB/Usni Pili Panjaitan
Ratusan orang tua siswa penerima BSM berkumpul di Kantor Cabang BRI Tanjungbalai, Selasa (1/7) pagi menunggu antrian pengambilan dana bantuan dari Kemendikbud yang sangat membantu keluarga tak mampu untuk biaya sekolah anak mereka.
Tanjungbalai (SIB)- Ratusan orang tua siswa penerima dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) "menyerbu" Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jalan Sudirman Kota Tanjungbalai, Selasa (1/7) pagi.

Ratusan orang tua didampingi siswa penerima BSM sejak Selasa pagi berkumpul di BRI untuk mengambil bantuan pemerintah pusat tersebut. "Sejak Senin kemarin saya bersama anak saya datang ke BRI mau mengambil bantuan. Saya sudah dapat kupon, menunggu panggilan untuk dicairkan,"kata wanita paruh baya yang sejak Selasa pagi turut antre menunggu giliran bersama ratusan orang tua lainnya.

Sejumlah orang tua siswa yang dikonfirmasi SIB, Selasa pagi menuturkan, sistem pencairan berdasarkan nomor kupon yang ditetapkan BRI. "Dalam sehari hanya 200 orangĀ  yang menerima bantuan, begitu seterusnya. Persyaratan yang dibawa kartu penerima BSM dan kartu keluarga, tak bisa diwakilkan. Kami orang tua hanya mendampingi saja,"ujar beberapa orang tua siswa kepada SIB.

Dana BSM yang disalurkan Kemendikbud bervariasi berdasarkan tingkat pendidikan. SD/MI menerima Rp450 ribu per tahun, SMP/MTs Rp750 ribu per tahun dan SMA/SMK/MI Rp1 juta per tahun.

Kabid Dikdasmenti Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, M Marbun yang dikonfirmasi SIB, Selasa (1/7) di ruang kerjanya, mengatakan dana BSM untuk siswa miskin di Tanjungbalai telah dan sedang direalisasikan. "Sedang dalam pencairan. Sebelumnya kita sudah usulkan data calon penema BSM ke Kemendikbud. Berapa jumlah siswa yang ditetapkan menerima dan tidak menerima, itu Kemendikbud. Kita hanya mengusulkan. Kami tak tahu jumlah yang berhak menerima dan tidak menerima,"tandas Marbun.

Ditanya berapa jumlah siswa yang ditetapkan Kemendikbud menerima BSM tahun 2014 sesuai usulan Disdik, Marbun mengaku tak ingat. "Saya tak ingat berapa jumlah yang kami usulkan, karena usulan itu dari tahun lalu. Tidak ada kuota yang ditetapkan Kemendikbud atas jumlah penerima bantuan BSM, kami hanya usulkan data siswa keluarga penerima BLSM,"tandasnya berdalih tak ingat dan tidak ada ditetapkan kuota penerima BSM.

Sebelumnya, Sekretaris Disdik Tanjungbalai Hamdani yang dikonfirmasi SIB, Selasa (1/7) pagi, menyebutkan jumlah calon penerima BSM mencapai belasan ribu siswa sesuai usulan. "Diusulkan sebelas ribuan siswa. Tapi yang menerima jumlahnya saya tak tahu, tanya aja langsung kepada Pak Marbun ya,"kata Hamdani kepada SIB.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Kasi SMA Disdik Tanjungbalai, Buchori Ginting menyatakan, data penerima BSM tingkat SMA/SMK sebanyak 1297 siswa, sedangkan usulan yang disampaikan ke Kemendikbud sebanyak 1583 siswa.

Usulan yang tidak sesuai dengan data yang ditetapkan Kemendikbud menimbulkan keresahan orang tua siswa pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS). "Saya heran kenapa anak saya sejak kelas satu tak pernah dapat BSM padahal saya keluarga pemegang KPS. Saya baru ditimpa musibah kebakaran Januari 2014 lalu. Tidak ada yang bisa saya selamatkan. Seharusnya ada prioritas penerima BSM, bahkan ada yang menerima dua kali sementara anak saya terus didata tapi tak pernah dapat, inikan aneh,"tanya Soleh mengeluhkan sistem penetapan penerima BSM yang ditetapkan Kemendikbud, saat dikonfirmasi SIB, Selasa (1/7) di kontrakannya.(D20/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru