Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Sistem Zonasi Pupuskan Harapan Siswa Masuk SMA Negeri di Besitang Langkat

- Rabu, 03 Juli 2019 17:13 WIB
501 view
Sistem Zonasi Pupuskan Harapan Siswa Masuk SMA Negeri di Besitang Langkat
Besitang (SIB) -Sistem zonasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dinilai sangat tidak adil, bahkan terkesan memaksa siswa baru untuk masuk ke sekolah swasta khususnya bagi calon siswa yang rumahnya relatif jauh dari zona sekolah negeri, padahal di satu kecamatan terkadang hanya ada satu SMA negeri.

Seperti yang terjadi di Besitang, ratusan calon siswa baru dari Desa Halaban dan Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang l, Kabupaten Langkat, tidak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Besitang, akibat terganjal sistem zonasi.

Salah seorang orangtua siswa, S Gultom kepada SIB, Senin (1/7), di Besitang mengatakan, selain SDM tenaga pendidik di sekolah negeri dinilai lebih berkualiatas dan biaya relatif murah, juga sarana dan prasarana yang lebih baik untuk mendukung kegiatan proses belajar mengajar, sehingga para calon siswa lebih berminat masuk ke sekolah negeri.

Kalau di sekolah swasta, lanjutnya, biaya PPDB-nya saja sudah mencapai Rp 900 ribu. Mungkin bagi orang kaya uang sebesar itu tidak seberapa nilainya, tapi bagi warga yang ekonominya lemah itu cukup berarti.

"Saya sendiri yang menyerahkan uang tersebut saat mendaftarkan cucu di salah satu SMA swasta di Kecamatan Besitang. Dana sebesar itu baru uang pendaftaran, belum lagi uang yang lainnya," katanya.

Menurut dia, dengan diberlakukannya sistem zonasi PPDB, maka akan ada banyak anak-anak yang terancam putus sekolah karena faktor ekonomi orangtua lemah.

Ironisnya lagi, kata dia, siswa yang berprestasi pun tidak mendapat tempat lagi menimba ilmu di sekolah negeri. Padahal, semasa di SMP, mereka ekstra kerja keras belajar ditambah lagi les, tapi akibat diberlakukannya sistem zonasi, membuat nasib mereka tidak jelas.

Di SMA Negeri 1 Besitang tidak lagi menerima PPDB, dengan alasan quota untuk penerimaan calon siswa baru sudah habis. Menurut pihak sekolah, kata orangtua siswa bermarga Gultom, ketersediaan sarana ruang kelas hanya 7 ruangan dengan daya tampung 252 siswa baru. (M25/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru