Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Jateng Gratiskan SPP, Seragam Sekolah pun Dibelikan

- Rabu, 08 Januari 2020 19:07 WIB
424 view
Jateng Gratiskan SPP, Seragam Sekolah pun Dibelikan
pikiran-rakyat.com
ILUSTRASI : kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggratiskan SPP untuk sekolah negeri dan membelikan seragam bagi siswa dari keluarga prasejahtera
Jakarta (SIB)
Pada tahun ajaran baru 2020/2021, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggratiskan biaya sekolah bagi siswa SMA/SMK/SLB negeri. Pemprov juga melarang sekolah untuk melakukan pungutan jenis apapun. Untuk program tersebut Pemprov telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 860,4 miliar.

"Tahun depan kami akan menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa SMA/SMK dan SLB negeri," kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen dan Penjabat Sekda Jateng, Herru Setiadhie kepada wartawan belum lama ini.

Dengan program gratis biaya sekolah, Pemprov mewajibkan pihak sekolah tidak melakukan pungutan. "Kami akan mengawasi agar di sekolah-sekolah negeri tidak terjadi banyak pungutan. Jangan sampai SPP nya gratis, tapi pihak sekolah tetap meminta pungutan-pungutan biaya lainnya," tegas Ganjar Pranowo.

Tak hanya biaya pendidikan yang gratis, Pemprov Jateng juga akan memberikan seragam sekolah gratis untuk siswa dari keluarga prasejahtera. Anggaran sebesar Rp14,6 miliar telah disiapkan untuk membelikan seragam gratis bagi 97.614 siswa.

Sektor lain yang menjadi perhatian adalah peningkatan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Tahun depan, seluruh GTT dan PTT akan mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) plus 10%.

"Kami juga akan memberikan bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) untuk sekolah-sekolah swasta sebesar Rp 123,85 miliar, Bosda MA negeri dan swasta sebesar Rp 26,5 miliar, insentif guru keagamaan dan lainnya," terangnya.

Kemiskinan Ditarget Turun
Terkait kemiskinan, Ganjar Pranowo dan jajarannya menargetkan tahun depan angka kemiskinan di Jawa Tengah turun menjadi satu digit, yakni 9,8 persen. Untuk itu, berbagai program prioritas seperti renovasi rumah tidak layak huni, jambanisasi, listrik bagi warga miskin dan program lain akan terus digenjot.

"Kami butuh dukungan semua pihak agar semua program prioritas di tahun depan dapat berjalan sesuai rencana. Kami juga berharap, program pendampingan satu OPD satu desa miskin dapat diterapkan di kabupaten/kota," kata Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. (PR/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru