Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Kepala SMAN 13 Medan Terbitkan Buku Catatan Penilaian Guru

Redaksi - Rabu, 22 Januari 2020 19:17 WIB
1.538 view
Kepala SMAN 13 Medan Terbitkan Buku Catatan Penilaian Guru
SIB/Dok
Kepala SMAN 13 Medan Mukhlis
Medan (SIB)
Kepala Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 13 Medan, Mukhlis menegaskan kepada seluruh gurunya baik pegawai negeri sipil (PNS), guru tidak tetap (GTT), pegawai tidak tetap (PTT) serta seluruh staf dan pegawai agar meningkatkan disiplin kerjanya. Hal itu bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas sehingga dapat mencetak siswa yang berprestasi dan berkarakter guna membangun penerus generasi bangsa Indonesia .

Dikatakannya, guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu guru yang profesional diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki jiwa berbudi pekerti luhur dan berkepribadian.

"Itulah sebabnya, untuk menilai setiap kinerja staf dan pegawai saya. Saya menciptakan buku catatan penilaian, hal ini dirasa perlu mengingat agar siapapun yang bekerja di SMAN 13 Medan ini dapat menjadi contoh dan teladan bagi para peserta didik kami. Tidak bisa dipungkiri bahwa masa depan masyarakat, bangsa, dan negara, sebagian besar ditentukan oleh guru. Itulah sebabnya saya sebagai Kepsek bertanggung jawab terhadap bawahan saya," katanya kepada SIB di Medan, Sabtu (18/1).

Dikatakannya, buku penilaian catatan tersebut berisikan tentang segala yang berkaitan dengan guru dan staf, baik itu kehadiran, kedisiplinan, kepatuhan, kerajinan dan sebagainya. Yang tentunya nanti melalui penilaian ini yang baik kinerja akan mendapat pengharagaan dan pujian dan sebaliknya yang tidak bekerja sesuai peraturan yang telah ditetapkan akan menerima sanksi.

"Kinerja saya juga termasuk akan menjadi bahan penilaian bawahan saya. Untuk itu sebagai orang yang membuat kebijakan tentunya saya harus lebih dahulu mencotohkan kinerja yang baik kepada rekan saya, itulah sebabnya saya berani membuat buku catatan ini. Yang kinerjanya tidak baik pasti akan menerima sanksi seperti sulitnya mengurus sertifikasi, pengajuan kenaikan pangkat, tidak dicairkannya honor dan sebagainya. Jadi guru dan pegawai itu tidak sesuka hatinya. Ketika mereka melaksanakan kewajibannya maka akan menerima haknya," tegasnya.

Lanjutnya, hal ini dilakukan agar profesi guru tetap terpandang mulia. Serta proses pembelajaran semakin berkualitas di semua jenjang pendidikan.

"Pelaksanaan penilaian kinerja guru dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, tetapi sebaliknya dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu. Selain itu, guru juga untuk menunjukkan secara tepat tentang kegiatan guru di dalam kelas dan membantu mereka untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilannya. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan kontribusi secara langsung pada peningkatan kualitas," katanya. (M20/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru