Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Libatkan orangtua, Pembelàjaran di MIS Amaliyah Karang Sari Permai Lebih Aktif

Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 19:28 WIB
585 view
Libatkan orangtua, Pembelàjaran di  MIS Amaliyah Karang Sari Permai Lebih Aktif
SIB/Dok
MEMBUAT TAUGE: Para siswa membersihkan kacang hijau dan memasukannya ke dalam botol plastik dalam belajar membuat toge yang didampingi orangtua.
Pematangsiantar (SIB)
Setelah menjadi mitra Tanoto Foundation (TF), 2 sekolah di Pematangsiantar mengalami perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar. Partisipasi orang tua juga dalam proses belajar mengajar anak meningkat.

Kepala Sekolah SD Negeri No 122375 di Jalan Siak, Siantar Utara Murniati Nasution MPd kepada wartawan, Selasa (25/4) mengatakan, dalam proses belajar, si anak dibuat aktif hingga suasana ruang belajar serasa lebih hidup. Hasil karya anak juga dipajang di dinding hingga mereka bisa melihat hasil karyanya.

Selain itu kata Murni, membaca juga dibudayakan. Perpustakan diadakan dan si anak pada waktu yang sudah dijadwalkan secara bergiliran menceritakan isi buku yang sudah dibaca kepada teman dan gurunya. Menceritakan isi buku bukan cuma kewajiban murid, guru juga menceritakan buku yang dibaca.

Setiap kegiatan belajar mengajar di sekolah katanya akan diposting semua guru di group WA guru dan orangtua sehingga para orangtua mengetahui kegiatan anak di sekolahnya.

Untuk melengkapi perpustakaan, diwajibkan donasi satu buku dari murid yang sudah tamat. Namun ternyata, buku yang disumbangkan bukan hanya 1 tapi lebih, hingga koleksi buku juga semakin banyak.

Disebutkan, sebelum bermitra dengan TF mereka juga kekurangan murid, para guru harus aktif mencari murid baru. Namun, sekarang saat tahun ajaran baru mereka tidak perlu lagi mencari tetapi para orangtua murid sudah berlomba mendaftarkan .

Sementara itu, Kepala Sekolah MIS Amaliyah Karang Sari Permai Andi P Hasibuan mengatakan, setelah para guru mendapat pelatihan dari TF dan menerapkannya dalam mengajar, antusiasme dan semangat anak didik mengikuti pelajaran lebih tinggi. Mereka lebih aktif.

Disebutkan, sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag ini memiliki 170 siswa dan sejak bermitra dengan TF, kegiatan di sekolah lebih aktif. Hubungan guru dengan warga sekitar juga lebih baik dan paguyuban guru dan orangtua juga sudah dibentuk.
Setiap Jumat dilaksanakan Jumat Membara yakni membaca dengan semangat dan gembira. Dengan program itu terlihat budaya membaca anak juga meningkat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Zuprin Harahap mengharapkan perubahan yang dibuat membawa dampak positif bagi sekolah dan para siswa serta kerja sama bisa berkelanjutan.

Berdasarkan pantauan, saat membuat tauge botol, para peserta didik terlihat aktif membersihkan kacang hijau dan memasukkannya ke dalam botol plastik. Kemudian bapak guru menjelaskan proses lebih lanjut dan apa yang harus dilakukan para siswa di rumah hingga kacang hijau berubah jadi tauge dan bisa dimasak jadi sayur. Pada kesempatan itu orangtua murid juga ikut dilibatkan. (R6/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru