Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Komisi X: Indonesia Hadapi Darurat Pendidikan

*Banyak Sekolah Gulung Tikar
Redaksi - Senin, 29 Juni 2020 19:50 WIB
217 view
Komisi X: Indonesia Hadapi Darurat Pendidikan
akurat.co
Ketua Komisi X DPR RI Saiful Huda 
Jakarta (SIB)
Ketua Komisi X DPR RI Saiful Huda menyebut Indonesia sedang menghadapi darurat pendidikan. Menurut dia, di masa pandemi virus Corona Covid-19 ini membuat sistem belajar mengajar tidak berjalan maksimal.

"Kita sedang menghadapi darurat pendidikan di Indonesia. Kenapa darurat pendidikan karena anak-anak tidak maksimal bisa belajar," ujar Saiful dalam diskusi "Pemuda dan Pendidikan di Masa Pandemi", Sabtu (27/6).

Saiful menjelaskan, meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melarang kegiatan belajar mengajar tatap muka, persoalan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah tetap tidak efektif karena Kemendikbud belum menyiapkan adaptasi kurikulum.

"Yang kedua tidak semua sekolah bisa menyelenggarakan pendidikan jarak jauh, orangtua tidak punya pulsa, sekolah tidak punya kuota, dan seterusnya," kata dia.

Banyak Sekolah Gulung Tikar
Bahkan, menurut Saiful, dampak dari pandemi virus corona Covid-19 ini mengakibatkan banyak sekolah swasta yang harus gulung tikar.

"Banyak sekolah swasta yang collapse. Dari sekian ribu sekolah banyak yang collapse, karena orang tua tidak bisa bayar SPP dan seterusnya," kata dia.

Atas dasar itu, Syaiful menyatakan bahwa kondisi pendidikan sudah gawat dan harus segera diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbud terkait dengan menyiapkan kurikulum adaptif tersebut.

"Kondisi objektif ini, saya menyebutnya darurat pendidikan Indonesia. Jadi, risikonya besar terkait dengan ini," kata dia.

Rumah Belajar Harus Dimaksimalkan
Sementara itu Anggota Komisi X DPR Vanda Sarundajang mengimbau, penyediaan Rumah Belajar bagi program pembelajaran jarak jauh (PJJ) terus dimaksimalkan agar para siswa, orangtua, dan gurumendapat akses kemudahan belajar dan mengajar.

Rumah Belajar ini disediakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara gratis di masa pandemi Covid-19.
Sarundajang mengemukakan hal ini saat mengikuti rapat dengar pendapat umum Panja PJJ Komisi X DPR RI secara virtual dengan para pakar pendidikan, Kamis (25/6).

“Saya sepakat untuk memanfaatkan secara maksimal platform Rumah Belajar yang disiapkan free dengan memperkaya konten-konten yang sudah ada. Ini sudah mengurangi beban orangtua untuk menyediakan kuota internet,” ungkap Vanda.

Di Rumah Belajar sudah tersedia konten dan modul bagi para siswa, guru, maupun orangtua. Siswa bisa belajar kapan, di mana, dan dengan siapa pun. Rumah Belajar bisa diakses di belajar.kemdikbud.go.id.

Sebelumnya, para siswa belajar melalui akses internet yang ternyata membuat para siswa bosan. Bagi para siswa kurang mampu, sulit mengikutinya karena harus menyediakan pulsa internet.

"Lebih baik lewat Rumah Belajar yang sudah disediakan Pemerintah. Saya sangat setuju Rumah Belajar ini lebih diefektifkan," ucap Vanda.

Strategi belajar
Komisi X sendiri kini sedang menghimpun masukan dari para pakar pendidikan untuk merumuskan strategi belajar yang efektif dan ideal di masa transisi menuju kondisi normal baru setelah tiga bulan menjalani program PJJ.

Rekomendasi Panja itu, kata politisi PDI Perjuangan ini, akan diberikan kepada Mendikbud. Diakui Vanda, selama ini sebagai orangtua, sebelum ada program Rumah Belajar, selalu mendampingi anak-anaknya belajar sampai larut malam dengan mencari berbagai referensi secara bebas di internet.

Dengan Rumah Belajar, semua yang dibutuhkan siswa ada, baik untuk siswa PAUD, SD, SMP, sampai SMA. (Lip6/Kps.com/p)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru