Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Anis Baswedan Jadi Menteri, Methodist Indonesia Binjai Harapkan Kurikulum Siswa Beroleh Pembobotan Sesuai Kebutuhan Kerja

- Rabu, 29 Oktober 2014 21:13 WIB
1.172 view
Binjai (SIB)- Ketua Yayasan Pendidikan Methodist Indonesia Binjai Peterus SH MM menyambut gembira Anis Baswedan diangkat menjadi Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah. “Persoalan dunia pendidikan dasar dan menengah, kompleks. Sosok menteri baru yang familiar dan ngemong adalah modal. Tapi menteri harus berani tegas meluruskan hal yang tak benar, tapi yang utama melaksanakan kurikulum dengan pembobotan sesuai kebutuhan kerja dan siswa harus diposisikan sebagai subyek guna melatih kualitas ilmiah dan terapan di lapangan,” tandas pria itu didampingi Kepala Sekolah Methodist Indonesia Binjai-Drs Robert MA, Senin (27/10).

Peterus mengatakan, persoalan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia, hampir sama. Siswa dibebani dengan ragam pendidikan dan obsesi meraih nilai terbaik, orangtua inginkan anaknya pintar tapi dunia kerja punya parameter yang beda. “Harusnya, semua kepentingan dipadukan dan tidak membebani siswa,” tandasnya sambil mengatakan pihaknya dalam mengelola sekolah tetap mengacu pada kurikulum yang digariskan tapi tetap memboboti siswa dengan kualitas pengajaran yang sifatnya tidak membebani. “Cara tersebutlah yang menjadikan anak didik di lingkungan Yayasan Pendidikan Methodist Indonesia Binjai punya nilai lebih!” 

Kondisi Binjai, lanjutnya, spesifik. Tiap tahun kota rambutan itu meluluskan kisaran 9.000 siswa dari pendidikan menengah. Bila ingin melanjut studi, tumpuannya, Medan dengan risiko mengeluarkan biaya transportasi pulang - pergi Binjai dan institusi pendidikan di ibu kota Sumut. “Per anak, jika studi di Medan, hanya untuk ongkos, paling murah setahun harus mengeluarkan Rp 7,2 juta. Jika biaya itu digunakan untuk biaya perguruan tinggi, sudah dapat melunasi untuk dua semester. Perhitungan itulah yang membuat Methodist Indonesia Binjai mengoperasikan STMIK Methodist Binjai yang berbasis kumputer!"

Peterus mengatakan STMIK Methodist Binjai menjamin pembobotan melalui prodinya, disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja. Pembobotannya, lanjutnya, dimulai dari pendidikan dasar dan menengah. “Ini yang dimaksudkan Yayasan Pendidikan Methodist Indonesia Binjai agar Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah memberi pembobotan sesuai permintaan pasaran kerja. Toh akhirnya, semua yang menimba ilmu, masuk ke pasaran kerja!”

Mengenai STMIK Methodist Binjai, Peterus mengatakan pihaknya melaporkan ke Pimpinan Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wilayah-I Bishop Darwis Manurung STh MPsi. Minggu, (26/10), institusi dimaksud mulai dioperasikan yang disesuaikan dengan pasal 3 Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1990 yakni menyelenggarakan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat plus pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi. “Methodist Indonesia Binjai sudah melakukan sejak pendidikan dasar dan menengah hingga sampai ke pendidikan tinggi, hanya memoles!”

STMIK Methodist Binjai, ujar Peterus, diketuai Vera Wijaya MKom untuk tahun akademik 2014-2015 dikonvergensikan di Kompleks Perguruan Methodist Binjai, Jl Jend Sudirman 136 Binjai. (r9/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru