Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Dinas Pendidikan Sumut Rancang Muatan Lokal SMA

- Rabu, 31 Desember 2014 09:55 WIB
424 view
Medan (SIB)- Dinas Pendidikan Sumatera Utara sedang merancang muatan lokal untuk tingkat sekolah menengah atau SMA sederajat di tengah angka patisipasi kasar sekolah di provinsi itu yang sudah di atas angka nasional.

"Muatan lokal tentunya disesuaikan dengan kondisi dan termasuk visi dan misi Pemprov Sumut," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Masri usai pertemuan membahas evaluasi kinerja 2014 dan program 2015 di Medan, Senin.

Direncanakan, muatan lokal itu isinya bersumber dari Buku "Sumut Bangkit" yang merupakan hasil pemikiran seluruh pejabat eselon II setingkat pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran Pemprov Sumut.

Dia menjelaskan, "Sumut Bangkit" berisi uraian lima misi pembangunan Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho dan Wakil Gubernur Sumut H T Erry Nuradi, yang berangkat dari motto Sumut yakni "Tekun Berkarya, Hidup Sejahtera dan Mulia Berbudaya".

Dia menjelaskan, Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA sederajat di Sumut pada tahun ajaran 2014 sudah mencapai 86,74 persen dimana indikator serapan sekolah di jenjang itu melampui dari APK nasional yang tercatat  masih 74,63 persen di tahun yang sama.

Masri mengatakan APK digunakan untuk mengukur keberhasilan program pembangunan pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka memperluas kesempatan bagi penduduk untuk mengenyam pendidikan.

"Sumut terus berupaya meningkatkan SDM (sumber daya manusia) yang berdaya saing mengingat persaingan semakin ketat khususnya akan masuknya era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)," katanya.

Setelah SMA yang 86,74 persen, APK jenjang pendidikan di tingkatan lainnya juga sudah lumayan bagus.

Untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) misalnya sudah  65,02 persen, Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) 114,38 persen, Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) 101,22 persen dan Perguruan Tinggi (PT) 36,59 persen.

Adapun jumlah pelajar di Sumut, tingkat SD/MI  sebanyak 1.933.922 orang, SMP/MTs 821.528 orang, SMA/MA 684.052 orang dan jumlah mahasiswa 443.381 orang.

Sementara jumlah sekolah yang tersedia untuk jenjang SD/MI 9.463, SMP/MTs 2.398, SMA/MA 856 baik negeri maupun swasta.

Jumlah guru di Sumut sendiri sudah terus bertambah meski belum maksimal atau sejumlah 179.554 orang dimana sebanyak  88.324 orang sudah disertifikasi.
Untuk mencapai SDM yang berdaya saing, katanya, Dinas Pendidikan pada 2014 sudah membuat berbagai terobosan seperti memberikan layanan pendidikan wajib belajar (WAJAR) 12 tahun, memberikan bantuan biaya pendidikan, kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan untuk semua jenis dan jenjang pendidikan di kabupaten/kota.

Selain itu juga, Sumut memprogramkan PAUD di kabupaten/kota, mengoptimalkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi satuan pendidikan, pendidik dan tenaga pendidik ke semua jenjang.

"Dengan langkah-langkah itu, buta aksara di Sumut juga semakin dapat ditekan dari dewasa ini yang masih ada sebanyak 2,16 persen untuk penduduk usia 15 tahun ke atas atau jumlahnya mencapai 150.511 jiwa," katanya.

Pada 2009 buta aksara di Sumut masih cukup tinggi atau 213.138 jiwa.

Meski angka itu masih di bawah angka rata-rata buta aksara nasional yang masih 4,03 persen, tetapi harus tetap ditekan.

"Untuk 2015, ada beberapa skala prioritas yang akan dicapai Sumut seperti implementasi pendidikan menengah universal (PMU), pembangunan rehabilitasi ruang kelas di satuan pendidikan," katanya.

Pada 2014, dunia pendidikan Sumut sendiri sudah mendapat berbagai penghargaan mulai medali emas pada lomba budaya mutu di Surabaya, juara 1 tingkat ASEAN dan nasional pada lomba LKS, juara 2 tingkat nasional pemilihan guru SMA/SMK berdedikasi daerah khusus dan pemenang pertama pada Apresiasi Bunda PAUD Berprestasi Tahun 2014 Tingkat Nasional kategori Kerja Sama dan Kemitraan. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru