Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Februari 2026

Revitalisasi Tuntas 100 Persen, Tiga SD di Taput Kini Lebih Nyaman dan Representatif

Anwar Lubis - Kamis, 19 Februari 2026 13:36 WIB
187 view
Revitalisasi Tuntas 100 Persen, Tiga SD di Taput Kini Lebih Nyaman dan Representatif
Foto Dok/Nius Sihombing
Tampak depan SD Negeri 173131 Tarutung setelah menyelesaikan program revitalisasi. Sekolah ini berhasil merampungkan rehabilitasi dua ruang belajar, kamar mandi, dan pembangunan perpustakaan baru meski sempat terhambat banjir pada November 2025.

Taput(harianSIB.com)

Banjir sempat melumpuhkan aktivitas konstruksi selama empat hari. Longsor menutup akses jalan pengiriman material bangunan. Namun, tidak ada satu pun dari ketiga sekolah dasar negeri di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yang menyerah pada keadaan.

Pada penghujung tahun 2025, SD Negeri 173131 Tarutung, SD Negeri 173120 Hutabarat, dan SD Negeri 173109 Siandorandor berhasil menuntaskan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (PRSP) 2025 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan capaian 100 persen dan tepat waktu.

Total anggaran yang dikucurkan untuk ketiga sekolah tersebut mencapai Rp 2,09 miliar.

Keberhasilan ini bukan perjalanan yang mudah. Masing-masing sekolah menghadapi rintangannya sendiri, namun semuanya berakhir dengan satu jawaban yang sama, tuntas.

Baca Juga:
SD Negeri 173131 Tarutung menerima dana sebesar Rp 580.990.000 juta untuk merehabilitasi dua ruang belajar, kamar mandi siswa, serta membangun ruang perpustakaan baru.

Kepala sekolah Nius Sihombing SPd mengaku sudah menanamkan tekad kuat sejak awal program berjalan. "Tidak semua sekolah mendapat kesempatan ini, jadi kami benar-benar bertekad menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik dan tepat waktu," ujarnya kepada harianSIB.com, Kamis (19/2/2026).

Ujian datang pada November 2025 ketika banjir merendam kawasan sekitar sekolah dan memaksa seluruh aktivitas konstruksi berhenti selama empat hari penuh. Begitu air surut, Nius langsung mengambil keputusan cepat.

"Kami tidak bisa diam. Begitu banjir surut, kami langsung menambah jumlah tenaga kerja agar bisa mengejar ketertinggalan," katanya.

Langkah itu terbukti jitu. Seluruh pekerjaan rampung tepat sesuai batas waktu yang tertera dalam perjanjian. Transparansi pelaksanaan turut diperkuat oleh pengawasan langsung dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Taput.

Kini, perubahan terasa nyata di sekolahnya. "Ruang belajar yang dulu sudah tidak layak kini jadi nyaman. Perpustakaan yang baru membuat anak-anak punya tempat membaca di luar kelas. Yang paling kami rasakan, siswa jadi lebih semangat datang ke sekolah. Itu yang paling berharga," ungkap Nius.

Berbeda dengan tetangganya, perjalanan revitalisasi SD Negeri 173120 Hutabarat berjalan relatif lancar. Sekolah yang dipimpin Dameria Nainggolan SPd ini menerima dana terbesar kedua senilai Rp 734.508.625 juta untuk merehabilitasi tiga ruang kelas, membangun perpustakaan baru lengkap dengan perabot, serta menambah satu unit toilet.

Program dimulai 15 September 2025. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Taput disebut Dameria berjalan sangat baik sejak hari pertama. Dokumen wajib seperti Surat Keputusan (SK) dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) disiapkan sejak awal sebagai bentuk komitmen terhadap akuntabilitas.

Seluruh pekerjaan dinyatakan selesai pada 31 Desember 2025. "Kami tutup tahun dengan kabar baik," kata Dameria.

Namun bagi Dameria, momen paling berkesan bukan soal angka progres yang menyentuh 100 persen, melainkan ekspresi wajah siswa saat pertama kali masuk ke ruang kelas yang telah direnovasi. "Mereka senang sekali. Ada semangat baru yang terpancar. Itu yang membuat semua kerja keras ini terasa sangat bermakna," tuturnya.

Sementara itu, SD Negeri 173109 Siandorandor mendapat alokasi anggaran terbesar di antara ketiganya, yakni Rp 775.888.968 juta. Dana itu digunakan untuk merehabilitasi tiga ruang kelas sekaligus membangun perpustakaan dan ruang administrasi baru, dengan pengerjaan dimulai sejak 22 September 2025.

Proses awal berjalan baik. Tim pelaksana yang terdiri atas Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), pengawas, konsultan, dan fasilitator hadir setiap hari memantau pekerjaan. Pelaporan progres dilakukan secara digital melalui aplikasi resmi Kemendikbud.

Namun memasuki Desember, longsor menutup sejumlah akses jalan menuju sekolah dan menghambat distribusi material bangunan. Kepala sekolah Reinold Hutapea SPd pun bergerak cepat.

"Kami segera berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk bersama-sama memperbaiki akses jalan," cerita Reinold. Kolaborasi cepat itu menjadi penyelamat. Begitu jalan bisa dilalui, distribusi material kembali lancar dan pengerjaan dikebut.

Hasilnya, seluruh pekerjaan rampung pada 28 Desember 2025, tiga hari sebelum tahun berganti. "Lega sekali rasanya," kata Reinold.

Perubahan yang terjadi pun langsung dirasakan. "Siswa kini punya ruang kelas yang layak, perpustakaan untuk membaca, dan ruang administrasi yang memadai. Mereka lebih nyaman dan lebih betah di sekolah," ujarnya.

Di balik keberhasilan ketiga sekolah ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Taput memainkan peran penting dengan aktif turun ke lapangan guna memastikan pelaksanaan sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) Kemendikbud.

Sosialisasi program dilakukan secara bertingkat, mulai dari level kementerian, dinas pendidikan kabupaten, hingga menjangkau guru, staf, komite sekolah, dan masyarakat setempat. Setiap anggota tim P2SP pun dilengkapi sertifikat keahlian sesuai ketentuan.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bagian dari kebijakan nasional peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan dasar. Keberhasilan Taput dalam menjalankannya secara transparan, akuntabel, dan tepat waktu diharapkan menjadi rujukan bagi daerah lain yang tengah atau akan menjalankan program serupa.

"Semoga sekolah-sekolah lain yang membutuhkan juga mendapat kesempatan yang sama untuk direvitalisasi," kata Nius Sihombing, mewakili harapan seluruh kepala sekolah penerima program (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kejari Lubukpakam Dinas Pendidikan Gelar Gebyar Kreativitas Budaya untuk Anak SD dan SMP
Termiskin di Humbahas, Desa Sigulok dan Sanggarbatu Butuh Infrastruktur Jalan
LKP Ayu Salon P Siantar Buka Program Pelatihan Pendidikan Kecakapan Wira Usaha
Dewan Pendidikan Minta Disdik Pematangsiantar Data SD yang Siswanya Sedikit
Guru di Simalungun Diminta Tingkatkan Mutu Pendidikan
Sekolah Minggu Hanya Ibadah Anak-anak, Tidak Layak Masuk RUU Pendidikan Keagamaan
komentar
beritaTerbaru
Rupiah Dekati Rp17.000

Rupiah Dekati Rp17.000

Medan(harianSIB.com)Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat mengisyaratkan peluang pemangkasan suku