Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Siswa Kelas 9 SMP N 1 Tarutung Ikut TKA 2026 demi Raih Sertifikat SHTKA

Anwar Lubis - Senin, 06 April 2026 16:18 WIB
162 view
Siswa Kelas 9 SMP N 1 Tarutung Ikut TKA 2026 demi Raih Sertifikat SHTKA
Foto Dok/Kominfo
TKA: Siswa kelas 9 SMP Negeri 1 Tarutung mengikuti TKA 2026 pada hari pertama pelaksanaan, Senin (6/4/2026).

Taput(harianSIB.com)

Seluruh siswa kelas 9 SMP Negeri 1 Tarutung resmi mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang dimulai pada Senin (6/4/2026). Sebanyak 100 persen dari total peserta didik kelas 9 di sekolah tersebut tercatat sebagai peserta ujian, dengan harapan meraih Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) yang kelak menjadi dokumen penting dalam proses penerimaan murid baru.

Pelaksanaan hari pertama itu turut mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput), Deni P Lumbantoruan, yang melakukan kunjungan mendadak ke sekolah tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kedatangannya disambut hangat oleh Kepala Sekolah, Alfransco Sinaga.

"Kami merasa senang mendapat kunjungan dari Pak Wakil Bupati yang meninjau langsung pelaksanaan TKA di sekolah kami," ujar Alfransco.

TKA merupakan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang resmi menggantikan Asesmen Nasional (AN). Program ini menyasar siswa kelas akhir kelas 6 SD dan kelas 9 SMP dengan target kepesertaan minimal 85 persen secara nasional.

Baca Juga:
Di Taput, pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP berlangsung mulai 6 hingga 16 April 2026. Selanjutnya, giliran siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian serupa pada akhir bulan yang sama.

Alfransco mengungkapkan bahwa SMP Negeri 1 Tarutung telah mempersiapkan siswanya secara serius jauh sebelum hari pelaksanaan. Les tambahan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, dua kompetensi utama yang diujikan dalam TKA juga sudah digelar sejak semester lalu bagi seluruh siswa kelas 9.

Sekolah juga memfasilitasi try out gratis bekerja sama dengan salah satu lembaga bimbingan belajar, serta try out tambahan yang diselenggarakan oleh POSI bersama Dinas Pendidikan Taput. Gladi bersih pun telah dilaksanakan sebelum hari H guna meminimalkan kendala teknis.

"Kami mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari. Pada hari pertama ini, syukur semua berjalan dengan lancar," kata Alfransco.

Pemerintah Kabupaten Taput melalui Dinas Pendidikan juga telah melakukan sosialisasi, simulasi, hingga gladi bersih secara terstruktur sejak Januari 2026.

Diketahui, hasil TKA akan diterbitkan dalam bentuk SHTKA, yang direncanakan rilis pada Mei hingga Juni 2026. Sertifikat itu menggunakan empat kategori penilaian yakni, Istimewa, Baik, Memadai, dan Kurang.

Lebih dari sekadar laporan akademik, SHTKA juga memiliki nilai strategis karena dapat digunakan sebagai salah satu syarat mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi. Hasil TKA juga akan berkontribusi pada Rapor Pendidikan sekolah sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan daerah.

Alfransco menyatakan, pihak sekolah menargetkan seluruh peserta meraih hasil minimal kategori Memadai. Jika target itu belum tercapai, hasilnya katanya, akan dijadikan bahan evaluasi untuk merancang program persiapan yang lebih baik bagi siswa kelas 8 yang akan menghadapi TKA tahun depan.

Ia juga mendukung program Saitapamajuma yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Taput yang dinilai sejalan dengan upaya peningkatan literasi dan numerasi siswa.

"Program Saitapamajuma adalah salah satu solusi nyata dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi yang memang menjadi inti dari TKA," tutupnya (**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
 Kemendikdasmen Alokasikan Rp 7,34 Miliar Membiayai Penyelenggaraan UN 2015 di Sumut
komentar
beritaTerbaru