Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Orang Tua Siswa SD Negeri Percontohan di Kabanjahe Minta Kepsek Diganti

* Kadisdik Minta Komite Sekolah Dibenahi
- Rabu, 22 April 2015 21:49 WIB
1.526 view
Orang Tua Siswa SD Negeri Percontohan di Kabanjahe Minta Kepsek Diganti
SIB/Sonry Purba
Kadis Pendidikan Karo Saroha Ginting saat menerima orang tua siswa SD Percontohan Kabanjahe di ruangannya.
Tanah Karo (SIB)- Puluhan orang tua siswa SD Negeri percontohan Kabanjahe, didampingi  Sekretaris Komite Sekolah mendatangi kantor Dinas Pendidikan Karo, Jumat siang (17/4).

Kedatangan mereka bertujuan meminta Kepala Dinas Kabupaten Karo Saroha Ginting segera menyelesaikan kisruh yang sedang terjadi dan menyarankan pencopotan Tobat Rasmita Br Tarigan sebagai Kepala SD Negeri Percontohan Kabanjahe karena dianggap terlalu otoriter.

Mereka diterima di ruangan Kadis Pendidikan Karo didampingi  Sekretaris Dinas Pendidikan serta Ka.UPT Pendidikan Kabanjahe.

Sekretaris Komite Candra Sembiring SH menyampaikan keberatan karena Kepsek telah melakukan pemecatan sejumlah tenaga honor yang telah mendidik anak mereka selama kurang lebih 9 tahun.

“Selama tenaga honor itu mengajar di SD percontohan itu, anak-anak kami selalu mempunyai pekerjaan rumah sehingga waktu untuk menonton TV tidak ada. Akan tetapi semenjak diberhentikannya tenaga honor itu anak-anak kami tidak pernah lagi mempunyai tugas di rumah,” ujar Sembiring.

Menurutnya, selama ia menjadi Sekretaris Komite di Sekolah itu dia mengaku tak pernah dilibatkan dalam mengambil kebijakan sekolah menyangkut Dana Bos yang dicairkan setiap tri wulan sekali. “Dana penggunaan Bantuan Operasional Sekolah yang seharusnya  transparan  untuk kegiatan proses belajar mengajar dilakukan sangat tertutup dan rahasia. Tentunya hal ini menjadi pertanyaan besar kalangan orang tua siswa, apalagi kemarin dilakukannya pengutipan uang pramuka sebesar Rp.150.000 per siswa,” ujarnya.

Sementara salah satu orang tua siswa, Inam Tarigan menyatakan tujuan mereka meminta pencopotan kepsek semata-mata demi kebaikan anak-anak mereka. ”Tujuan kami hanya satu, bagaimana agar anak-anak kami bisa belajar seperti sediakala agar mereka bisa belajar sebagaimana mestinya,” katanya.

Sementara, Pittorianna, A.Ma.Pd salah seorang guru yang mengajar di SD Percontohan itu mengakui tindakan Kepseknya selalu melebihi batas kewajaran bahkan sering melakukan tindakan yang bernilai intimidasi terhadap guru-guru yang mengakibatkan kurang nyaman mereka melaksanakan tugas sebagai seorang pendidik.

“Selain melakukan pemecatan terhadap ke lima tenaga honor itu kami juga terkesan selalu ditakut-takuti dengan ancaman akan memutasikan kami dari sekolah tersebut. Yang lebih sadisnya lagi pada Sabtu, (14/3) pukul 07.15 WIB seorang guru, Morisa Marsela Br Ginting  yang lagi hamil  tua delapan bulan dipanggil ke ruangan oleh sang Kasek dengan alasan menerima gaji bulan Januari-Maret 2015, ternyata diintrogasinya sehingga guru tersebut stress dan muntah-muntah yang akhirnya harus dilarikan klinik Dr. Raymond spesialis kandungan,” ujarnya.  

Dari hasil pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Karo Saroha Ginting, meminta kepada para orang tua siswa dan Sekretaris Komite Sekolah untuk terlebih dahulu melakukan pembenahan terhadap komite sekolah. ”Segerakan benahi komite sekolah agar ketika saya menunjuk Plt.Kepsek, komite tidak menjadi sandungan, sehingga muncul lagi persoalan baru. (B01/h)
 





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru