Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Pengamat: Sekolah Harus Berani Jamin Kompetensi Lulusannya

- Rabu, 26 Agustus 2015 12:04 WIB
126 view
Pengamat: Sekolah Harus Berani Jamin Kompetensi Lulusannya
Medan (SIB)- Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Medan Prof Syawal Gultom mengatakan pihak sekolah harus berani menjamin kompetensi lulusannya.

"Karena memang sudah menjadi tanggung jawab sekolah untuk mencerdaskan anak didiknya," katanya di Medan, Senin pada pelatihan Modul 3 Praktik Pembelajaran dan MBS yang difasilitasi USAID Prioritas, di Medan, Senin.

Ia mengatakan seluruh proses pendidikan sesungguhnya ditujukan membangun kompetensi siswa, dan bukan untuk sekadar menguasai pengetahuan. Itu sebabnya guru tidak cukup hanya mampu mengajar dengan baik, tetapi harus pula bertanggung jawab memahami, menjelaskan dan menerjemahkan kompetensi lulusan ke dalam pembelajaran.

Karena tidak mungkin siswa menjadi kompeten, jika gurunya saja tidak tahu kompetensi yang harusdibentuknya.

"Jika proses pendidikan dinilai telah berjalan baik, maka seharusnya sekolah berani menjamin kompetensi lulusannya," katanya.

Lebih lanjut Rektor Universitas Negeri Medan itu mengatakan, seiring perkembangan zaman, sekolah dituntut mampu mengembangkan keterampilan abad 21.

Ada tujuh keterampilan yang harus dimiliki siswa diantaranya, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kepemimpinan, komunikasi, kemandirian dan keterampilan mengolah informasi.

"Guru harus mampu menerjemahkan seluruh keterampilan ke dalam pembelajaran agar mampu membentuk kompetensi siswa," tegasnya.
Syawal mengatakan guru merupakan profesi yang lebih rumit jika dibandingkan dengan profesi dokter atau pengacara.

Guru sehari-hari berhadapan dengan ragam siswa. Setiap individu memiliki kecerdasan yang berbeda-beda.  

Karena itu guru harus mampu memahami delapan kecerdasan manusia dan menggunakannya untuk mendesain strategi pembelajaran.
"Karena itu guru harus terus-menerus dilatih agar berkompeten," katanya.

Koordinator Provinsi USAID Prioritas Agus Marwan mengatakan pihaknya terus mengembangkan modul pelatihan yang lebih efektif untuk membantu meningkatkan kapasitas guru.

Saat ini, pihaknya juga telah mengembangkan modul 3 yang difokuskan pada praktik baik pembelajaran dan literasi.

"Kami sedang melakukan ToT Modul 3 untuk tingkat SMP yang diikuti 117 fasilitator daerah. Mereka nanti akan menjadi garda terdepan kami untuk melatih guru. Setelah ini, kami akan melakukan pelatihan di tingkat sekolah yang melibatkan ratusan guru," katanya. (Antara/k)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru