Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Kejar Cita Cita, Pulang Sekolah “Koncek” Kelapa

- Rabu, 26 Agustus 2015 12:14 WIB
1.251 view
Kejar Cita Cita, Pulang Sekolah “Koncek” Kelapa
SIB/Yasir Ul Haque
KONCEK KELAPA : Membantu orang tua mencapai cita-citanya, Rizki Fadillah dan Sri Ayuni (belakang) mengisi waktu pulang sekolah dengan mengkoncek (memisahkan kelapa tua dari kulit dalam-Red) di desa tempat tinggal mereka, Sabtu (22/8).
Kisaran (SIB)- Membanggakan. Demikian saat saat berbincang dengan Sri Ayuni (12) dan Rizki Fadillah (11). Kedua bocah kakak beradik ini mengisi waktu pulang sekolah dengan kegiatan positif dan bernilai ekonomis. Mereka ikhlas bekerja paruh waktu mengkoncek (memisahkan kelapa tua dari kulit dalam-Red) demi mengejar cita-cita, Sabtu (22/8).

Sri, pelajar kelas VI SMP dan adiknya Rizki, pelajar kelas VII SD. Generasi penerus bangsa, warga Desa Silau Baru Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan ini menyadari arti pentingnya cita-cita. Apalagi melihat kondisi keluarga, dimana sang ayah hanya pesuruh di balai desa dan ibunya pembuat gula merah, belum tentu cukup untuk membiayai mereka mengejar cita-cita.

Sebagai anak berbudi, Sri yang bercita sebagai guru dan Rizki ingin menjadi ustadz, mengaku lebih baik mengkoncek kelapa dari pada keluyuran tidak tentu arah sepulang sekolah. Apalagi aktivitas itu hanya mereka lakukan siang hingga sore, dan empat hari dalam sepekan. 

“Lumayan Om. Sehari bisa mengkoncek kelapa 50 sampai 80 kilogram. Sepekan bisa ngumpulin rata-rata Rp 50 ribu. Uangnya untuk ditabung dan membantu orang tua memenuhi kebutuhan sekolah. Saya anak kelima dari lima bersaudara, kakak saya ini anak nomor empat,” lantang Rizki sambil tangan halusnya lincah memainkan pisau tajam, mengupas dan memisahkan kelapa dari kulit dalam.

Koordinator koncek kelapa, Budi (35) mengatakan, bukan hanya Sri dan Rizki saja mengkoncek kelapa di desa itu. Di unit kerjanya saja, ada 10 anak yang meluangkan waktu pulang sekolah untuk mengkoncek kelapa, belum lagi unit di dusun lain. “Anak-anak ini patut diancungi jempol,” ujarnya.

Dijelaskan, setiap hari kerja unit dengan 60 pekerja dewasa dan anak tersebut bisa menghasilkan 5-6 ton kelapa telah dipisahkan dari kulit dalam. Selanjutnya kelapa telah bersih akan dibawa ke pabrik pembuatan tepung kelapa di Kota Tanjung Balai. “Tidak setiap hari kerja. Selasa, rabu dan kamis libur. Rata-rata perhari bisa dikumpulkan 70 goni ukuran 80 kilogram. Sekitar 5 sampai 6 ton lah,” terang Budi.(D01/k)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru