Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Kecemasan Terhadap Matematika Bisa Berkembang Menjadi Fobia

- Rabu, 16 September 2015 11:45 WIB
343 view
 Kecemasan Terhadap Matematika Bisa Berkembang Menjadi Fobia
Stanford (SIB)- Matematika kerap membuat frustrasi para siswa. Bahkan, pelajaran tersebut sering dianggap momok di sekolah. Kecemasan berlebih para siswa terhadap pelajaran berhitung itu menjadi fokus sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Stanford. Studi baru yang diterbitkan dalam The Journal of Neuroscience itu menyimpulkan, kecemasan terhadap matematika bisa berkembang menjadi fobia.

"Para pendidik harus membantu anak-anak menghadapi ketakutan mereka melalui sesi khusus," kata Kaustubh Supekar, peneliti di Universitas Stanford sekaligus salah satu penulis studi.

Tim peneliti melakukan pemindaian otak 30 orang siswa kelas tiga yang sedang mengikuti ujian aritmatika dasar. Pemindaian menggunakan MRI fungsional dan struktural itu mengungkap, sejumlah siswa benar-benar ketakutan dan merasa diteror oleh ujian sederhana itu. Kemudian, para peneliti merancang sesi khusus pengajaran matematika untuk masing-masing anak. Terbukti, sesi itu bisa mengurangi kecemasan terhadap matematika.

"Setelah delapan pekan pelatihan kognitif, otak anak-anak kembali dipindai. Ketakutan mereka telah sangat berkurang atau hilang sama sekali," ujar Supekar.
Sementara, Vinod Menon, profesor psikiatri di Universitas Stanford sekaligus penulis studi mengungkap, les kognitif mampu mengurangi kecemasan sekaligus meningkatkan kinerja siswa. Pada kenyataannya, kata Menon, kecemasan matematika bisa dihadapi dan disembuhkan.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak sekolah dasar yang unggul dalam matematika lebih mungkin untuk berhasil di sekolah tinggi dan di kemudian hari. Namun, jika tak diatasi, kecemasan matematika disebut dapat menyebabkan konsekuensi jangka panjang yang serius. (Rol/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru