Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026

Anak-anak di Samosir Makin Mahir Memainkan Perkusi Etnik

- Minggu, 12 Juni 2016 16:08 WIB
353 view
Anak-anak di Samosir Makin Mahir Memainkan Perkusi Etnik
Samosir (SIB)- Anak-anak dari lintas sekolah di Samosir semakin mahir memainkan perkusi etnik serta tarian leluhur, seperti tortor. "Setiap pelatihan yang difasilitasi Sanggar PKBM Unity Tuktuk Siadong, Kec Simanindo, Kabupaten Samosir, semakin hari semaki ramai," ujar penanggung jawab kegiatan Kiki Andrea SS Sabtu, (4/6). "Musik tak semata melestarikan tapi untuk mencerdaskan dan mengasah pola pikir kritis edukatif!"

Kegiatan pembelajaran dasar musik tradisional Batak itu digelar  Sanggar PKBM UnityTuktuk Siadong, Kec. Simanindo, Kabupaten Samosir dengan lokasi berpindah tapi diusahakan represntatif, misalnya di Gedung Kesenian Tuktuk Siadong. Program khusus diperuntukkan bagi anak-anak berusia 8 - 11 tahun.

Menurut Kiki Andrea, kegiatan dilakukan   untuk   dua   alasan   yakni   melestarikan   warisan   budaya   tradisional   Batak   dan menyelamatkan generasi penerus Samosir khususnya anak-anak. "Melalui program pembelajaran musik tradisional batak untuk anak-anak ini, paling tidak, kitatelah melestarikan warisan budaya Batak dan menyelamatkan generasi penerus Samosir. Semoga para orang tua di Simanindo mau mengantarkan anak-anak mereka ke Gedung Kesenian sehingga semakin banyak anak-anak yang mendapat edukasi tentang musik Batak,"  ujarnya sambil mengatakan   target   jangka   panjang   yang   akan   dicapai   sanggar   PKBM   Unity   tersebut   adalah mengisi industri kreatif berbasis kearifan lokal hingga dalam pergelaran budaya di Samosir melibatkan anak-anak yang paham filosofi seni klasiknya.

"Targetnya anak-anak ini betul-betul mahir bermain alat musik tradisional Batak, tapi memahami filosofinya," ujar pria yang juga Wakil Ketua BPC PHRI Samosir 2016-2021 itu.

Menurutnya, hingga   saat   ini,   Sanggar   PKBM   Unity   sudah   melakukan   atraksi   pagelaran   seni   budaya  dibeberapa hotel dan restoran di Tuktuk Siadong. Ini membuktikan bahwa kegiatan pembelajaran musik Batak sangat positif. Menurutnya, setelah secara rutin berlatih dua kali seminggu, anak-anak menjadi pribadi yang kuat mental  dan percaya  diri saat nampil. "Saya sangat bangga di  usia

belasan, sudah berani tampil. Kebetualn siswa yang sudah siap tampil berusia 14-16 tahun. Yang SD belum bisa. Mudah-mudahan 2 bulan lagi mereka jadi," tambah pria yang juga jago bermusik dan melakonkan ragam warisan luluhur etnik Batak tersebut. (R9/l)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru