Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026
Curhat

Antara Ibu, Ayah dan Ibu yang Lain

* Ritamarni Agustina Purba - Poltekes Kemenkes Medan
- Minggu, 19 Juni 2016 15:04 WIB
447 view
Antara Ibu, Ayah dan Ibu yang Lain
Ini cerita tentang Rara, yang sudah menjadi bagian dari hidupku. Saking menyatunya, aku merasa Rara adalah aku sendiri.

Aku hidup berdua bersama ibuku. Abangku, menghadapNya dalam usia dua bulan. Aku saja tidak tahu bagaimana rupa abangku tapi ibuku bilang raut wajahnya mirip sekali dengan ayahku.

Aku pun tidak tahu di mana ayahku. Ibuku bilang, mungkin sudah menghadapNya tapi aku tak tahu di mana pusaranya. Ibu tidak pernah mau peduli dengan pertanyaanku di mana ayah. Jika kudesak, ia bilang... hatinya sakit kalau dicari tahu tentang pria yang pernah sangat disayanginya itu. Sampai sekarang sih ibu sepertinya masih sayang pada ayah.

Aku hanya dapat berbagi cerita soal ayah dari keluarga ibuku. Setiap hari bertanya, semakin aku ingin jawaban yang banyak tentang ayah.

Yang memberi kepuasan padaku hanya melalui mimpi. Jika siang hari cerita soal ayah dan ingin bertemu, malam hari waktu tidur aku bertemu dengan seorang pria yang wajahnya mirip dengan aku. Apakah itu ayah, aku tak tahu persis. Tetapi, ibu pernah mengiyakan bahwa abangku mirip aku. Berarti... ayah mirip dengan aku!
Muaranya, yang selalu datang dalam mimpiku adalah ayah. Ya, ayah... Saking tak tahu jawabannya, aku membangun teori sendiri dan menjawab sendiri.

Biasanya, yang cenderung datang dalam mimpi adalah orang yang sudah di alamNya. Tetapi, aku yakin ayahku masih hidup. Apalagi keluarga jauh dari ayahku yang masih punya hubungan darah dengan ibuku bilang, ayahku ada di Manado.

Ketika kudesak kenapa bisa sampai di Sulawesi, tidak ada yang tahu. Aku hanya menyimpulkan sendiri, ayahku punya istri yang lain. Aku pun merasa senang karena berarti aku punya ibu lebih dari satu.

Ketika kuceritakan, ibuku  seketika marah. Murka, sampai wajahnya merah kehitaman. Ibu bilang, sangat kejamlah orang-orang yang menyebut ayahku ada di kota tersebut. Apalagi diduga kawin lagi.

Jadi di mana....
Semakin aku mencari, semakin sering pria yang selalu hadir dalam mimpiku datang dan datang lagi. Karena tak tahu jawaban pasti, aku pasrahkan padaNya. Aku hanya minta, jika ayahku masih hidup, pertemukan aku dengannya. Sekejap saja. Tetapi jika sudah di alamNya, terimalah ayahku ya Allah Tuhanku. Amin. (f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru