Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026
C u r h a t

Sewindu Ku Gagal Bersembunyi

* Juwita Christina Sirait, UMI Medan
- Minggu, 07 Agustus 2016 17:59 WIB
361 view
Sewindu Ku Gagal Bersembunyi
Biarkan aku melukiskan bayangmu
karena semua mungkin akan sirna
bagai rembulan sebelum fajar tiba
kau selalu ada walau tersimpan
di relung hati terdalam
Sepenggal lagu dari lelaki tampan Adera membuatku ingat akan perjalanan pilu cintaku. Aku hanya bisa lupa jika aku sudah lupa ingatan pada pria yang bernama Morgan.

Ia 8 tahun hadir di hati tapi bukan menjadi bagianku. Morgan justru bagian dari Jenny. Aku, Rissa, hanya ada di antara fatamorgana cintanya. Bahkan, ketika usia hubungan mereka mauk ke tahun kelima, aku masih mengimpikan Morgan.

Aku mengaku sudah punya panyar. Ando namanya, tapi hatiku masih tetap pada Morgan. Rekan sekampusku, Ninid, tahu semua itu tapi aku tetap bersembunyi dari kenyataan hatiku.

Ninid bahkan selalu menjadikanku obyek ejekan, tertawaan tapi aki tak peduli. Soalnya, hanya pada Ninid aku bisa menumpahkan seluruh isi hatiku.

Seperti kali ini. Aku dengar hubungan Morgan pada kekasihnya di ujung tanduk. Morgan marah karena ternyata pacarnya selingkuh.

Itulah yang selalu hendak kusampaikan pada Morgan, tapi tak dapat kuwujudkan. Soalnya, aku khawatir diduga Morgan suka padanya. Ups, salah... aku memang suka bahkan madabu lope.

Ando saja tak percaya bahwa aku masih suka pada Morgan. Ando pun menasihatiku untuk melupakan Morgan dan move on pada pria lain, jika benar ingin bahagia. Atas sikapnya itu, aku mengagumi Ando.

Sekarang, hubungan Morgan - Jenny di ujung tanduk. Mapus... aku bersyukur hubungan seperti itu tapi aku kasihan sama Morgan. Soalnya, Morgan itu pria setia dan sangat menjunjung martabat perempuan. Sayangnya, bukan aku wanita itu.

Ketika tiba-tiba Morgan menghubungiku dan minta ketemu, aku langsung mengiyakan. Meski sudah janji pada tanteku, semua  kubatalkan. Aku ingin melihat Morgan dan menghiburnya agar tidak terlalu lama sedih. Aku ingin memastikan bahwa ia salh pilih wanita.

Begitu ketemu, Morgan langsung menangkap tanganku dan menciumnya. Ia cerita semua luka hatinya. Aku membumbuinya hingga Morgan bersikukuh putus dari kekasihnya. "Aku sudah lama tahu tabiat kekasihmu itu, tapi aku taku kau berprasangka buruk padaku!"

Morgan makin menggenggam tanganku dan berharap aku menerimanya. Kukakatan jujur, aku memang mencintainya tapi masa itu sudah lewat. "Selama ini aku berdoa hanya minta agar kau tahu bahwa perempuan yang kaupilih itu salah!"

Ia memohon agar aku membetulkan pilihan yang tak benar tersebut tapi aku kadang menguburkan impianku. Meskipun aku gagal bersembunyi di hatiku sendiri namun aku berhasil menunjukkan apa yang pernah kuucapkan padanya.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru