Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026

Rizal Pinem, Murni Huber Tobing dan Charis Martin Purba Jadi Relawan Sampah 17 Agustus

- Minggu, 14 Agustus 2016 18:22 WIB
954 view
Rizal Pinem, Murni Huber Tobing dan Charis Martin Purba Jadi Relawan Sampah 17 Agustus
SIB/Dok
Anak-anak muda dan relawan bersama Silvia Cleopatra mengibarkan Sang Merah Putih di puncak Gunung Sibayak, 17 Agustus 2015 dan memunguti sampah seusai upacara.
Karo (SIB)- Sejumlah penggiat lingkungan memilih menjadi relawan sampah menjelang dan pasca peringatan Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 2016. Mereka adalah Rizal Pinem, Murni Huber Tobing dan Charis Martin Purba.

Ide menjadi relawan sampah memerhatikan bahwa setiap usai memeringati HUT Kemerdekaan Indonesia, massa meninggalkan sampahnya. "Yang paling menakutkan, sampah plastik dibuang ke Danau Toba. Aku marah, tapi sia-sia. Lebih baik kukutipi saja. Kemudian cetak spanduk imbauan memelihara sampah. Minimal tidak membuang ke Danau Toba," ujar Murni Huber Tobing dari Denpasar, Bali, Kamis (11/8) yang dihubungi via seluler.

Untuk aksi sosialnya, perempuan penggiat tenun ulos Batak itu menggaet semua pihak termasuk Boni Hargens yang anggota Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. "Aku minta, khususnya anak-anak dan remaja, yuk... pelihara sampah. Aku pun mohon pada otoritas terkait pariwisata, sediakan sebanyak mungkin tong sampah agar anak-anak dan remaja terajar membuang sampah pada tempatnya," paparnya.

Hal serupa dilakukan Riza Pinem Mbako. Sebelum perayaan 17 Agustus 2016, jurnalis familiar itu menghimpun sejumlah pihak untuk bersih-bersih. "Aku minta semua para pendaki, jangan tinggalkan sampah, apalagi plastik di Gunung Sinabung," ujarnya, Jumat (12/8).

Ketua Sibayak Bersih HUT ke-71 RI itu bilang, khusus untuk Sibayak Bersih diadakan Senin, (15/8) di sekitaran Gunung Sibayak, mulai dari kaki hingga puncak gunung. "Kita mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, sampai seluruh sampah terangkut. Khususnya sampah-sampah di destinasi wisata yang mengarah ke Sibayak," ujar pria berambut semigimbal itu sambil mengatakan alasan membersihkan sebelum hari H peringatan agar konsentrasi pengunjung tidak terganggu limbah.

Menurutnya, tradisi yang baik sudah dilakukan bertahun-tahun di mana pencinta lingkungan memeringati Detik-detik Proklamasi di puncak Sibayak. Disebabkan banyaknya peserta tiap tahun, produksi sampah pun meningkat. "Kami minta kiranya kesadaran memelihara sampah pribadi semakin meningkat," tutupnya.

Dari Pematangsiantar, penggiat lingkungan dan motivator hidup berbagi Charis Martin Purba merancang dan melakukan hal serupa, bersih-bersih lingkungan.

Sebagai relawan, suami Silvia Cleopatra yang tiap hari mengabadikan keindahan lingkungan melalui obyek bertajuk Satu Hari Satu Foto Danau Toba itu optimistis, imbauan dan pekerjaan membersihkan lingkungan akan berbuah manis. Keyakinannya bersumbu pada bila setiap pekerjaan dirancang untuk memroduksi kebaikan akan bermuara pada kebaikan hakiki.

Usai peringatan 17 Agustus 2015 di puncak Sibayak, bersama relawannya, Charis Martin Purba memunguti sampah di gunung yang berada di Tanah Karo tersebut. Kegiatan pun terus dilakukannya. (R9/f)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru