Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026

PUISI

- Minggu, 28 Agustus 2016 17:44 WIB
357 view
PUISI
Kata
Hanya kata yang membentuk serangkaian hikmah
Yang membentuk awal dari mimpi
Hanya huruf yang kubentuk menjadi kata
Kata-kata manis yang selalu ada
Selalu ada dalam denyut hati
Veronica V Sinaga,
SMP Budi Murni-3 Medan


Malaikat Hidup
Bibit yang kau besarkan
Telah meraih bintang
Bintang itu untukmu
Balasan dari airmu
Yang terbuang
Air yang engkau buang
Untuk menyirami bibit ini
Telah menjadi butiran berlian
Yang kau nantikan
Posma Yanti Simbolon,
SMAN 1 Siantar Narumonda


Hujan
Tik...tik...tik...
Suaramu sangat merdu didengar
Engkau datang menyerbu bumi dalam jangkau pagi
Hidup di julang akar hijau
Hujan...
Mengapa engkau datang saat aku berangkat ke sekolah?
Hingga baju, buku, sepatuku, basah semuanya
Dapatkan engkau menunda kedatanganmu di pagi ini?
Mika Tiurma,
SMA Nasrani 2 Medan


Bintang
Kau hanya berteman kelam
Kau hanya bersahabat dengan angin malam
Bisakah kita menjadi kawan?
Bintang ... kau gagah perkasa
Kau penghuni angkasa
Ciptaan Sang Maha Kuasa
Agnes Napitupulu,
SMP Budi Murni 3 Medan

Hilang

Kita tidak lagi sama
Canda tawa telah pergi
Semerbak bunga pun tidak ada
Kumpulan kupu-kupu tlah usai
Sang rembulan datang menyapa
Menanti kita bersama
Tapi, wajah tu telah pergi
Kini menjadi serpihan abu
Artika Ficentia Manik,
FE Unikat ST Thiomas Medan



Terima Kasih
Di setiap hembusan nafasku Engkau selalu kusebut
Di setiap detak jantungku Engkau yang menguasai
Di setiap tetesan air mata ku hanya Engkau yang menghapusnya
Aku tanpa Mu tidak akan hidup sampai sekarang
Terima kasih buat segala penghiburan yang Engkau beri di setiap kesedihan
Terima kasih atas kekuatan yang Engkau beri di setiap cacian
Terima kasih atas kesabaran yang Engkau beri di setiap masalah
Terima kasih buat segala berkatMu, Tuhan Engkau sahabat terbaikku
Alprida Yanti Pasaribu,
SMA Swasta Pantiharapan


Menyesal
Aku menyesal
Pernah kenal samamu
Pernah punya hubungan denganmu
Entah kenapa dulu aku terima
Kalau aku tahu akhirnya seperti ini
Andai waktu bisa berputar kembali
Pasti aku menghindari semua
Ya Tuhan
Hapus ingatanku tentang dia
Aku ingin melupakannya
Jenni Sinaga,
SMA Nasrani 3 Medan



Penyelamat
Tak ada ranting
Tak ada daun
Tak ada akar
Tak ada ketenangan
Kau penyelamat
Hidup yang kelam
Pertahanan hidup
Hingga ku tak gentar
Dunia tak seindah dulu
Tak ada dikau alam terguncang
Oleh hempasan air yang tergoyang
Oleh desiran ombak yang menerpa
Kini dunia tak kokoh
Bagai ranting yang telah gugur
Oh pohon jangan jauh jangan melayang
Walau empunya dunia telah berkhianat
Tresia Maulina Sinaga,
SMA Swasta Panti Harapan Lawe Desky


Kasih
Ketika aku kesepian
Aku butuh seseorang
Bukan dari pacar atau tetangga
Tapi ibu, dia temanku
Ketika aku ragu
Tak perlu kepastian
Bukan dari pacar atau teman
Tapi ibu, ia keyakinanku
Apa pun yang terjadi padaku
Bagaimanapun keadaanku
Kasih ibu kubutuhkan
Tiurmauli O Siahaan,
SMA Sw Bintang Timur 1 Balige

Kau
Lari kau lari
Hati-hati kau berlari
Kejar sampai mati
Pagi lagi dan lagi
Susah tidak susah
Lelah tidak lelah
Ingat tidak ingat
Lalu tidak berlalu
Derita lagi tertawa
Jangan terbawa
Jadilah Takwa
Dari hati dan jiwa
Godman Simanjuntak,
SMAN 1 Siantar Narumonda




Perjalananku
Kakiku melangkah ke depan
Tekadku sudah  bulat untuk berjalan ke depan
Aku tidak mau melihat yang ada di belakangku
Karena waktu terus berjalan
Perjalananku yang cukup panjang
Akan aku menatapnya dengan bahagia
Meskipun kadang-kadang sedih datang
Tetapi aku harus  melawan kesedihan itu
Sonia Gabriella Silou,
SMP  Budi Murni 3 Medan


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru