Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026
Curhat

Aku Cuma Berusaha

* Suci Gusti Pangestu, SMAN 2 Rantau Selatan, Rantauprapat
- Minggu, 28 Agustus 2016 17:49 WIB
411 view
Aku Cuma Berusaha
Aku masuk SMA favorit semata ingin menuntut ilmu. Tetapi bila dalam perjalanan ada yang mengganjal hati, apa boleh buat. Sama seperti ketika hatiku bergetar kencang tiap kali bertemu Arya, kuanggap semua takdirku. Soalnya, aku sudah semaksimalnya menekan perasaan tapi tak bisa. Uniknya, semakin berusaha menutup rasa kok semakin tinggi keinginanku.

Arya tak hanya pintar - karena memang di sekolahku rata-rata pandai dan berprestasi - tapi juga ganteng. Aku menyebutnya hampir sempurna. Selain tubuhnya atletis, wajahnya tampan. Baik hati dan tajir.

Saking demennya dengan Arya, kawan-kawan pada kepo. Tiap aku berdiam diri sendiri, rekan-rekan memvonis macam-macam. Mulai dari menuduhkan melamunkan Arya hingga dihantui pria idaman. Padahal, ehm... emang demikian.

Karena diledekin terus membuatku semakin nekat mendekati Arya. Ternyata sambutannya luar biasa. Aku aja yang selama ini baper, bahkan takut. Padahal Arya sangat wellcome.

Dari seringnya berkomunikasi dengan menu mengajariku belajar, aku berani terus terang padanya. Ketika kuutarakan langsung, Arya memang tidak menjawab tapi menikmati sorot mata tajam dan gugupnya memegang tanganku, aku yakin hatinya bersedia menerimaku.

Benar juga. Setelah curhat padanya di kantin sekolah, Arya makin akrab denganku. Sekarang tak sungkan lagu memegang tanganku. Kalau dulu, sebelum aku berterus terang, Arya lebih banyak sungkan. Bahkan saat jalan bareng saja, pasti berjarak.

Setelah hubungan berjalan baik dan responsif, aku justru ragu. Takut. Sampai kapan hubungan kami berdua dan mau dibawa ke mana. Soalnya, kami hampir selesai studi. Aku dan Arya sama-sama ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Yang beda, Arya mendapatkan peluang lebih besar kuliah di luar negeri; di Australia dan Amerika.

Arya pun mengaku ingin lebih fokus karena belajar di luar negeri butuh biaya besar. Memang, ia dapat bea siswa tapi untuk kebutuhan sehari-hari bersumber dari biaya sendiri.

Aku pasrah dan cuma berusaha dari doa. (f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru