Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026
Curhat

Pertemuan Singkat yang Mengikat

* Sri Rejeki Padang, Lubukpakam - Deliserdang
- Minggu, 25 September 2016 17:04 WIB
364 view
Pertemuan Singkat yang Mengikat
Begitu bertemu dengannya, aku langsung suka. Tengoklah sorot matanya. Meskipun tajam tapi aku merasa teduh bila bertumbuk tatap dengannya. Lihatlah bibirnya. Meskipun hitam karena rokok tapi terasa bijak bila mendengar kata-katanya. Posisi itu pula membuatku jadi tidak alergi lagi dengan rokok.

Menyeksamai seluruh wajahnya, aku seperti berhadapan dengan Brad Pitt. Jika boleh berterus terang, aku cinta padanya.

Aku membayangkan digandengnya dan berjalan mengitari kota. Masuk kampung yang jalannya tidak mulus. Justru rasanya enak di boncengan karena bisa lebih memeluk erat. Alangkah indahnya jika adegan itu dilihat mantanku.

Biar tahu dia bahwa aku punya gebetan baru. Aku ingin jujur di sini. Aku baru saja dicurangi. Lebih tepat dikatakan dikhianati. Saat aku sakit, orang yang kucintai berpaling ke hati orang lain. Lebih menyakitkan, orang lain itu justru dibawanya membesukku.

Kala itu dikenalkan padaku sebagai junior baru di kampus. Aku sih percaya saja karena biasalah senior mengajak junior untuk bersilaturahim. Sejak saat itu, hatiku jadi beku.

Rasanya ingin membalas, lebih sakit dari apa yang dibuatnya. Tetapi, aku belum berani melakukannya karena belum ada orang yang kuanggap melebihinya. Sejak kasus menyakitkan itu, hatiku beku dengan luka yang sulit disembuhkan.

Lalu, ketika bersua dengan seniorku, tiba-tiba ada detak jantung yang melebihi biasanya. Kuibaratkan seperti kembang, aku bak bunga mekar saat fajar tiba dan cahayanya adalah si senior.

Aku sengaja menyebar isu bahwa si senior punya perhatian istimewa buatku. Kawan-kawanku jadi mencari tahu posisi sebenarnya. Memang, aku kini diperhatikannya.

Bahkan menurutku lebih dari sekadar perhatian. Seniorku sudah selalu mengajakku jalan-jalan. Nonton bareng sampai satu kampus heboh termasuk orang yang pernah menyakitiku.

Aku memang merasa terikat dengan hatinya tapi untuk berterus terang, aku tidak berani. (h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru