Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 27 September 2026

Anak dan Remaja Harus Paham Hoax dan Internet Sehat

- Minggu, 15 Januari 2017 18:04 WIB
436 view
 Anak dan Remaja Harus Paham Hoax dan Internet Sehat
SIB/Dok
SERAHKAN KOMPUTER DAN ALAT OLAHRAGA : Prananda Surya Paloh bersama anak anak penari Melayu usai menyerahkan komputer dan alat olah raga dalam Reses II 2016- 2017 di Medan, Senin (9/1).
Medan (SIB)- Pengguna internet dan para peselencar di dunia maya harus memahami hoax dan menghindari masuk dalam ranah abu-abu hitam tersebut. Pengguna dunia maya dalam kategori pemula, lebih spesifik pada karegori anak dan remaja, sangat ideal bila menggunakan internet sehat sebagaimana yang sudah digariskan pemerintah.

Demikian diutarakan anggota DPR RI Prananda Surya Paloh di Medan Labuhan, Senin, (9/1), usai berdialog dengan publik dan penyerahan 30 unit komputer untuk SMPN 5 Medan. "Semua pihak diharap ikut menyosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman melalui pembelajaran etika berinternet secara sehat. Bila sudah memahami etika berinternet, maka pasti menjauh dari hal-hal negatif di dunia maya termasuk berinteraksi hoax," tegas Wakil Ketua Fraksi Partai Nasiona Demokrat (NasDem) DPR RI tersebut.

Prananda mengadakan Reses II 2016 - 2017 ke sejumlah daerah di Sumut 1 mencakup Medan, Deliserdang, Serdangbedagei dan Tebingtinggi. Di wilayah utara Medan, pertemuan dipusatkan di Kantor Camat Medan Labuhan. Terlibat dalam dialog tersebut remaja lintasorganisasi mulai dari Karang Taruna, LSM, pelajar, sejumlah kepala sekolah, sejumlah anggota legislatif seperti Maruli Tarigan, Ketua Prananda Surya Paloh (PSP) Foundation Medan Gandi Febraska  Manurung. Terlihat juga Camat Medan Labuhan Arrahman Pane, lurah dan kepala lingkungan, Kepala sekolah SMPN 5 Medan Syahbilal.

Dalam sesi dialog, Syahbilal mengaku terbeban karena anak didiknya belum maksimal mengoperasionalkan komputer sebab tiadanya peranti canggih tersebut. Padahal, ujarnya, pelajar wajib mengetahui karena pemerintah  menerapkan kebijakan ujian berbasis komputer. Atas harapan itu, Prananda spontan mengatakan membantu pengadaan 30 unit komputer. "Semuanya dari pribadi sebagai realisasi tekad saya menggunakan seluruh gaji dan tunjangan pada masyarakat!" tegasnya sambil mengulang bahwa berselancar di dunia maya, apalagi berinteraksi di media sosial, harus mengedepankan etika dan jangan hoax.

Menurutnya, hoax tak hanya pemberitaan palsu tapi bagian dari mengakali untuk tujuan negatif. "Harus dihindari," tegas Prananda.

Di dunia maya, hoax mulai populer tahun 2006 menyusul perilisan The Hoax di Hollywood. Film yang disutradarai Lasse Hallstr dengan skenario William Wheeler itu dibuat berdasarkan buku dengan judul yang sama karya Clifford Irving. Sejak itu, film hoax dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan, sehingga kemudian banyak kalangan terutama para netter yang menggunakan istilah hoax untuk menggambarkan suatu kebohongan. Kata hoax digunakan netter. (T/R9/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru