Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Hentikan Perang, Anak 6 Tahun Jual Syal dan Membotak Kepala untuk Bantu Penderita Leukemia Akut

- Minggu, 07 Juni 2015 18:34 WIB
403 view
Hentikan Perang, Anak 6 Tahun Jual Syal dan Membotak Kepala untuk Bantu Penderita Leukemia Akut
Vincent Butterfield - Zac Gossage
Washington DC (SIB)- Anak-anak Amerika Serikat menginspirasi dunia. Vincent Butterfield, bocah  berusia 6 tahun menjual syal dan membotak kepala demi membantu rekannya, Zac Gossage yang menderita leukemia akut. Yasmen Faruqui, berusia 5 tahun, menggunakan waktu istirahatnya untuk menyampaikan pesan hentikan perang pada Presiden Barack Obama.

Tetapi apa yang dilakukan Vincent Butterfield pada sahabatnya Zac Gossage, seorang anak yang belum lagi usianya genap untuk masuk SD namun telah didiagnosa lymphoblastic leukemia akut, menggugah perasaan.

Setelah mulai masuk ke sekolah dasar, Zac harus melakukan berbagai prosedur medis untuk pengobatan leukemianya. Namun si kecil Zac juga tak pernah hentinya ingin terus bermain bersama sahabatnya, Vincent.

Ketika Vincent menyadari bahwa sahabatnya Zac sedang sakit, hatinya gundah dan terus ingin berbagi untuk memabntu rekannya. Hatinya dibombardir keinginan ingin membantu.

Vincent menyadari bahwa pengobatan tersebut makan biaya yang tinggi. Jadi sebagai seorang sahabat, apa yang kemudian dilakukan Vincent kecil sungguh membuat para orang dewasa berdecak kagum. Vincent mengumpulkan dana untuk Zac dengan melakukan penjualan syal. Dari penjualan tersebut, dana sebesar 200 dolar AS berhasil didapatkannya.

Rasa persahabatan Vincent juga ditunjukkannya dengan datang ke sekolah dengan kepala yang plontos. Katanya, dia tidak ingin Zac merasa aneh karena harus gundul sendirian, jadi diapun menggunduli kepalanya.

Vincent kecil berhasil menunjukkan bahwa seorang sahabat bisa menjadi pelipur lara terbaik yang pernah ada.

HENTIKAN PERANG

Pemikiran Yasmeen Faruqui mengguncang perasaan. Pelajar berusia 5 tahun itu menunda menyelesaikan pekerjaan rumahnya dan bersikeras menggunakan waktu sebelum istirahat untuk menulis pesan kepada Presiden Barack Obama. “Tolong hentikan perang demi dunia kita, daripada sekedar rapat. Tolong berbicara kepada semua orang bahwa mereka bisa menikah dengan siapa saja yang mereka inginkan.”

Dua pesan itu ditulis tangan oleh Yasmee di selembar kertas putih. Pesan itu kemudian diunggah ke akun Twitter bibinya untuk dikirimkan ke akun Twitter Obama.

Tak disangka, Obama membalas pesan bocah perempuan itu. “Katakan pada keponakan Anda, saya benar-benar menyukai suratnya. Tak dapat mengatakan lebih!” Itu menjadi tweet keenam Obama di akun Twitter yang baru dirilisnya di akhir Mei 2015.

ABCNews melaporkan, bahwa semua kata-kata Yasmen adalah buah pikirannya sendiri. “Saya hanya membiarkan dia melakukan itu,” kata Tasha Faruqui. “Itu (kata-kata) benar-benar ide spontan dia. Dia berpikir sendiri!”

Karena ayahnya bekerja di Angkatan Laut, perang selalu membuat Yasmeen ketakutan. Ketika mendengar kabar bahwa presiden telah membaca suratnya, lapor Tempo.Co dia pergi ke atap dan berteriak sekeras-kerasnya: “Perang akan berakhir! Dia (Obama) telah membaca surat itu.” (t/R9/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru