Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Wanita-wanita Tangguh di Tambang Emas Martabe

* Dari Pengangkat Batu Hingga Manajemen
- Minggu, 12 Maret 2017 22:10 WIB
585 view
 Wanita-wanita Tangguh di Tambang Emas Martabe
Katarina
Menjalani karir di industri pertambangan bukanlah pekerjaan yang banyak diminati perempuan. Pasalnya, pekerjaan di pertambangan apa pun jenisnya, baik batu bara, perminyakan, emas dan mineral lainnya,mengharuskan perempuan bekerja lebih berat dengan risiko lebih tinggi dibandingkan bidang lain.

Karena tantangan yang harus dihadapi perempuan lebih besar di dunia pertambangan,  seperti harus bekerja di daerah terpencil yang jauh dari mana pun baik keluarga maupun fasilitas hiburan seperti mal yang digemari mayoritas perempuan, membuat jumlah perempuan yang bekerja di industri pertambangan sangat kecil bila dibanding laki-laki.

Hal ini juga diakui Manajer Senior Komunikasi Korporat PT Agincourt Resources-pengelola Tambang Emas Martabe, KatarinaSiburian Hardono,saat berbincang dengan SIB usai kegiatan orientasi bagi Media terkait industri tambang dalam perspektif jurnalistik, di The Hill Sibolangit, Sabtu (4/3).

"Harus diakui, di tambang mana pun pasti didominasi laki-laki, begitu juga di Tambang Emas Martabe, dari sekitar 2.376 pekerja yang ada, hanya 761 karyawan perempuan atau sekitar 16 persen,"kata perempuan Batak yang telah 20 tahun lebih berkarir di bidang komunikasi korporat di sejumlah perusahaan besar.

Meski jumlahnya kecil, kata Katarina, ternyata kinerja pekerja perempuan tidak kalah baik dari rekan pria mereka yang melakukan pekerjaan yang sama. Melihat profesionalitas dan keahlian perempuan yang relatif setara dengan laki-laki itu, Presiden Direktur PT Agincourt Tim Duffy, pun menaruh perhatian khusus terhadap keberadaan karyawan perempuan dengan membuat program keragaman gender.

"Sebenarnya program ini (keragaman gender) tidak mengistimewakan gender tertentu dalam hal ini perempuan. Tapi memang, di Tambang Emas Martabe, Presdir menaruh perhatian khusus kepada perempuan, karena meski jumlahnya lebih sedikit namun ternyata mereka punya potensi yang besar tidak kalah dari laki-laki,"kata ibu satu anakyang sudah beranjak dewasa ini.

Di Tambang Emas Martabe, kata Katarina, karyawan perempuan tidak hanya bekerja di kantor, tapi juga di bagian pengeboran seperti yang dilakoni Nilam Nur Cahya Pane, ada juga pengemudi truk yang mengangkut beban 400 ton, mengangkat dan memecahkan batu dan bagian produksi lainnya. Bahkan, ibu pengemudi truk tersebut sebelumnya tidak bisa mengendarai sepedamotor.

"Tidak jarang mereka juga harus memanjat, memeriksa unit mesin dan pekerjaan berat lainnya. Tidak ada perlakuan khusus selain menyangkut kebutuhan khusus perempuan seperti melahirkan, menyusui atau menstruasi. Kalau pekerjaan bebannya sama," kata penyuka olahraga combat dan kick boxing ini.

Menurut dia, karena perempuan memiliki kebutuhan khusus, perusahaan pun memberikan fasilitas khusus untuk memberi kenyamanan bagi karyawan perempuan saat bekerja, seperti toilet yang terpisah dari laki-laki dan ruang menyusui.

"Kalau soal gaji, PT Agincourt tidak membedakan paket remunerasi untuk pria dan wanita dalam peran yang sama. Semua karyawan baik perempuan dan laki-laki digaji sesuai sistem standar dengan memperhitungkan peran dan kinerja," katanya.

Katarina juga menegaskan, PT Agincourt akan terus bekerja untuk mewujudkan kesetaraan gender di tempat kerja. Targetnya pada 2022 mendatang, pekerja perempuan di Tambang Emas Martabe bisa mencapai 30 persen.

"Kami optimis target ini tercapai, karena saat ini sudah banyak wanita yang ambil bagian di industri pertambangan. Dan dalam perekrutan kami mengutamakan penduduk di sekitar tambang, yakni Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan," tutup Katarina. (R19/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru