Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026
Fokus.........

Jaminan Netralitas TNI

- Minggu, 06 April 2014 20:34 WIB
468 view
Jaminan Netralitas TNI
Saya siap gantung KaBAIS (Kepala Badan Intelijen Strategis) jika terlibat salah satu Parpol tertentu. Itulah penegasan tertinggi Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko tentang netralitas TNI dengan segenap jajarannya di Pemilu 2014. Apa yang dikatakan  Panglima TNI dari sudut komunikasi politik sangat mendidik, sekalipun terkesan emosional. Tetapi Panglima TNI mengatakan netralitas TNI sesuatu harga yang tidak bisa ditawar. Panglima TNI mengatakan Pemilu itu untuk kepentingan bangsa, maka TNI harus berdiri tegak di atas kepentingan bangsa dan bukan partai tertentu.

Kita mendukung penuh penegasan Panglima TNI bahwa pihak intelijen dan jajarannya tidak bisa melakukan kegiatan intelijen untuk kepentingan tertentu. Intelijen harus bekerja untuk keutuhan bangsa dan mencegah segala bentuk rongrongan negara dan bangsa. Bahkan, UU Pemilu jelas mengatakan TNI harus netral dan tidak bisa berpihak kepada salah satu partai tertentu.

Selama Orde Baru, TNI selalu berafiliasi kepada salah satu Parpol tertentu yang sering disebut dengan istilah "ABG" (ABRI, Birokrasi dan Golkar).  Ketiga kekuatan inilah yang menopang Orde Baru. Seiring perkembangan jaman, reformasi 1998 yang lahir dari gerakan mahasiswa bersama rakyat berhasil menumbangkan Orde Baru, maka pencabutan Dwifungsi ABRI kala itu dilakukan. Inilah sejarah baru dan merupakan momentum bangsa ini menempatkan TNI kembali kepada fungsinya sebagai alat pertahanan negara. TNI harus kembali ke barak sangat tepat sebagai upaya memosisikan TNI sebagai TNI yang kuat dan menyatu dengan rakyat.

TNI merupakan salah satu komponen penopang utama kekuatan bangsa. Fungsi TNI sangat mulia, menjadi alat pertahanan negara yang siap memerjuangkan setiap jengkal tanah NKRI. Tak ada satu negara yang bisa mengambil tanah NKRI satu jengkalpun, TNI akan siap bertaruh nyawa. Inilah yang membuat TNI merupakan alat pertahanan negara yang sangat berfungsi untuk kekuatan dan keutuhan bangsa ini.

Adanya upaya dan pihak tertentu yang ingin membuat kegaduhan dengan mengatakan keterlibatan intelijen TNI dalam politik merupakan isu murahan yang ingin membuat keonaran. Bahkan isu ini langsung dibantah oleh Panglima TNI dengan menegaskan posisi TNI yang nteral di pemilu 2014 ini. Dan semua pohak harus menahan diri dan jangan membuat suasana makin keruh, apalagi menjelang hari "H" pemungutan suara makin dekat.

Kepentingan kita di pemilu 2014 hanya satu, mencari wakil rakyat yang merakyat, amanah, bertanggungjawab dan jujur sehingga kita punya lembaga DPR yang diisi oleh manusia yang berahlak, berilmu, dan bertanggung jawab penuh untuk rakyat. Pemilu adalah sarana utama untuk menegakkan kedaulatan rakyat untuk melaksanakan tujuan negara RI sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945.

Siapa saja yang hendak membuat gaduh Pemilu 2014 adalah manusia yang tidak bertanggung jawab. Stabilitas politik perlu kita ciptakan untuk keamanan dan pelaksanaan Pemilu 2014 yang damai dan jujur. Kita semua yakin, rakyat akan cerdas, kritis, dan dewasa dalam menghadapi berbagai isu yang terus berkembang. Rakyat hanya mau memberikan suaranya kepada si caleg dengan meletakkan hati nurani dan kejujuran dalam memberikan pilihannya. TNI, Polri, dan semua aparat negara harus jadi fasilitator untuk menciptakan pemilu damai, jujur, bersih untuk masa depan bangsa.
Mari menjaga ketenangan, kedamaian dengan tidak membuat isu-isu yang berpotensi jadi konflik dan tidak kita inginkan bersama. (#)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru