Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Efek Domino Virus Corona

Redaksi - Senin, 02 Maret 2020 12:18 WIB
479 view
Efek Domino Virus Corona
cnbcindonesia.com
Ilustrasi
Pernyataan tentang belum ditemukannya virus corona di Tanah Air masih belum berhasil meyakinkan warga lokal dan masyarakat internasional. Banyak pihak yang meragukannya, termasuk Arab yang memasukkan Indonesia dalam daftar larangan berkunjung ke sana. Itu sebabnya orang yang umrah ditunda keberangkatannya.

Sejak diidentifikasi pertama kalinya di Wuhan, China, pada akhir 2019 hingga 28 Februari 2020, virus tersebut telah memapar lebih dari 82.000 orang. Lalu menyebabkan lebih dari 2.814 kematian. Penyakit itu pun disebut telah menyebar ke lebih dari 50 negara di lima benua.

Bukan hanya virusnya yang berbahaya bagi manusia. Dampaknya dalam berbagai aspek kehidupan sudah mulai tampak nyata. Efek domino akan menyebar, bukan hanya negara yang terjangkit, tetapi akan menyentuh seluruh dunia.

Sebab tak satupun negara di dunia ini yang tak terhubung dengan negara lain. Demam di China menular ke mana-mana. Pukulan awal adalah dihentikannya penerbangan ke Cina dan larangan warga dari sana masuk ke negara lain.

Sektor pariwisata sudah terkena dampaknya. Target untuk 2020 akan sulit dicapai. Apalagi China merupakan termasuk penyumbang kunjungan wisatawan ke Tanah Air. Jika negara lain ikut terjangkit secara luas, maka angka kunjungan turis asing akan melorot ke titik nadir.

Lintas perdagangan dari dan ke China juga telah terhenti. Dari sisi Indonesia, pasokan barang yang selama ini dikirim dari negara Tirai Bambu akan berhenti. Padahal ada banyak proyek yang sedang berjalan dalam skema kerjasama kedua negara.

Indonesia tak bisa menangani dampak virus corona ini secara parsial. Untuk sektor pariwisata sudah pengumuman pemberian diskon untuk merangsang jumlah kunjungan. Kebijakan ini sifatnya temporer, dan akan sulit dipertahankan jika krisis virus corona berlanjut hingga jangka panjang.

Itu sebabnya antisipasi harus dilakukan secara komprehensif. Sebab publik masih belum percaya Indonesia bebas sepenuhnya dari virus corona. Penyediaan stok pangan, BBM, obat-obat dan kebutuhannya lainnya, mesti dipersiapkan.

Manakala ada kepanikan warga, pemerintah masih bisa mengendalikan keadaan. Pemerintah pusat dan daerah sudah saatnya membuat semacam satuan tugas yang siap digerakkan manakala dibutuhkan. Jangan setelah ada kasus yang positif, baru bereaksi berlebihan.

Pemerintah sebaiknya mengumumkan terbuka kepastian Indonesia masih bebas virus corona. Hal itu penting untuk membangun kepercayaan di dalam negeri dan investor. Sebab dukungan publik menentukan keberhasilan bangsa ini mengantisipasi dampak virus corona.(**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru