Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Studio Game Dorong Karya Developer Lokal

- Kamis, 18 Mei 2017 18:46 WIB
491 view
Masalah distribusi memang sudah lama menjadi momok bagi pada developer game dalam negeri. Dari sisi produk sendiri sebenarnya karya studio game lokal tidak kalah dengan negara-negara lain.

Namun, studio-studio tersebut biasanya hanya beranggotakan sedikit orang, sehingga tidak punya sumber daya untuk mengurus hal-hal seperti promosi dan pemasaran.

Kesempatan ini dilirik oleh Toge Productions, salah satu studio game lokal yang sukses di ranah global. Studio game yang berdiri pada 2009 ini berambisi untuk menyuburkan ekosistem industri game di Indonesia.

Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan meluncurkan divisi baru yang fokus pada bidang penerbitan game, terutama karya developer lokal.

"Saya melihat banyak developer Indonesia bisa menghasilkan game berkualitas tinggi, tapi sering kali mereka tidak terdengar dan terkendala berbagai masalah, seperti kurang dana atau tidak punya jalur distribusi. Developer indie di Indonesia tidak punya kesempatan yang sama dengan developer indie Amerika atau Eropa. Kita harus bekerja ekstra keras supaya dikenal orang," demikian kata CEO & Founder Toge Productions Kris Antoni Hadiputra dalam siaran persnya kepada website Techinasia.

Ia menambahkan, "Sebagai salah satu studio senior di dalam negeri, Toge Productions ingin mengubah hal itu, dan membuktikan bahwa game dari negara berkembang seperti Indonesia pun bisa bersaing di pasar global."

Gaet Empat Studio Lokal
Ekspansi dari developer ke publishing ini merupakan bentuk pelebaran yang direncanakan Toge Productions setelah mendapatkan pendanaan dari Discovery Nusantara Capital (DNC) beberapa waktu lalu. Sesuai dengan visi untuk fokus pada pasar game premium, mereka menggaet empat studio lokal yang mengembangkan game premium juga, yaitu Mojiken Studio, GameChanger Studio, Rolling Glory Jam dan Tahoe Games.

Sebagai penerbit, Toge Productions akan membantu para developer dalam berbagai hal. Termasuk bantuan dana, konsultasi dalam aspek desain, teknis dan arahan seni, serta urusan pemasaran dan humas.

Dengan bantuan tersebut, diharapkan para developer bisa fokus menyelesaikan produk dengan kualitas sebaik-baiknya. Semoga saja usaha ini dapat mendorong industri game Indonesia untuk punya daya saing yang lebih baik lagi. Demikian dilaporkan Techinasia. (Okz/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru