Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

NASA Gunakan Sensor Baru Deteksi Puing Antariksa

- Kamis, 14 Desember 2017 20:05 WIB
473 view
NASA Gunakan Sensor Baru Deteksi Puing Antariksa
NASA meneliti puing-puing luar angkasa, yang terlalu kecil untuk diamati dari Bumi. NASA menggunakan sensor baru, yang dikirim ke International Space Station (ISS) melalui SpaceX, pada 4 Desember.

Space Debris Sensor (SDS) akan mencari dan meneliti objek yang berukuran seperti debu, termasuk noda cat dan serpihan lainnya yang bisa sangat destruktif di orbit.

Menurut sebuah laporan Science Mag (SM), Angkatan Udara AS (USAF) melacak objek-objek di orbit yang berukuran kira-kira sebesar bola baseball bahkan lebih besar. Saat ini, dengan menggunakan radar berbasis darat, USAF melacak 23.000 objek agar operator satelit dapat menghindarinya.

SDS adalah sensor satu meter persegi yang akan terpasang di luar ISS dan memiliki banyak lapisan material halus seperti jala dengan sensor tipis yang tertanam di dalamnya. Sensor ini akan menghitung ukuran dan dampak dari puing tersebut, serta intensitasnya.

Ketika puing-puing yang bergerak cepat menghantam jala halus, mereka akan merusak sejumlah kabel yang berkorelasi dengan ukuran partikel. SM menyampaikan, lapisan di bawah ini akan menghitung kecepatan dan lintasan puing, sedangkan pelat belakang akan mengukur benturan.

Dengan data ini, tidak hanya dapat mengukur lintasan di orbit, tapi juga dapat mengetahui asal-usul partikel tersebut. Orbit berbentuk elips menunjukkan bahwa partikel tersebut adalah meteoroid dan orbit melingkar berarti objek tersebut pecah dari satelit buatan manusia.

SDS juga mampu mengukur kepadatan populasi microdebris atau puing-puing mikro. Selain itu SDS secara akurat dapat memprediksi objek yang lebih besar dari millimeter, tetapi lebih kecil dari 10 centimeter.

Brian Weeden, direktur perencanaan program untuk Secure World Foundation, menunjukkan bahwa terdapat informasi yang sangat kurang mengenai puing-puing yang lebih kecil dan tidak dapat terlihat dari Bumi.

Dengan kecepatan tinggi, bahkan partikel terkecil pun dapat berbahaya. "Jika satelit berada di orbit selama 10 atau 15 tahun, lecet kecil tersebut dapat berdampak menurunkan kinerja sensor atau alat-alat di satelit," tutur Weeden.

Laporan SM lebih lanjut mencatat bahwa jika sensor SDS berhasil, maka juga dapat meneliti puing-puing di sekitar Bumi pada ketinggian berkisar 700 - 1000 kilometer. ISS mengorbit di 400 kilometer. Demikian dilansir dari International Business Times. (Okz/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru