Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Maret 2026

Berkaca dari Bencana Donggala dan Palu, Harus Ada Teknologi Antisipasi Gempa

- Kamis, 04 Oktober 2018 22:17 WIB
538 view
Berkaca dari gempa Donggala dan Palu, Jumat lalu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menilai Indonesia perlu meningkatkan teknologi untuk mengantisipasi gempa bumi atau tsunami. Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT, Hammam Riza mengatakan, tsunami di Palu dan Donggala mendorong pentingnya teknologi untuk mengurangi dampak bencana alam serupa.

"Ke depan atau bahkan sesegera mungkin sinergi yang kuat antar berbagai pemangku kepentingan untuk menggunakan teknologi. Teknologi mampu berperan signifikan dalam upaya mengurangi risiko bencana gempa bumi," kata Riza melalui keterangan tertulisnya, Sabtu.

Menurut Riza, upaya antisipasi gempa bumi dan tsunami saat ini masih sangat minim, bahkan belum menjadi fokus perhatian. Riza mengatakan, BPPT telah memiliki program "BUOY InaTEWS" untuk peringatan dini tsunami.

Selain itu, BPPT juga kerap melakukan kajian gempa di Balai Teknologi InfrastrukturPelabuhan dan Dinamika Pantai milik BPPT di Yogyakarta. Upaya itu diperkuat juga dengan pengkajian mengenai teknologi Multi Hazard Early Warning System (MHEWS).

"Upaya tersebut, harus bisa digalang melalui sinergi dengan berbagai kementerian atau lembaga, pemerintah daerah dan industri, sehingga produk-produk teknologi yang dihasilkan dapat diproduksi dengan biaya yang rendah, bersifat masal, memenuhi standar kualitas industri, dan memiliki keberlangsungan serta ketersediaan yang bersifat permanen," kata Riza.

Menurut Riza, teknologi-teknologi tersebut bertujuan untuk membangun ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan gempa bumi. "Juga memberikan dukungan percepatan bagi proses tanggap darurat, dan ketiga yakni penerapan teknologi dalam proses pemulihan pasca bencana," ucap Riza. (T/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru