Bisnis Porang di Sumut Menggiurkan, Bisa Untung Rp3 Miliar dalam 18 Bulan


742 view
Bisnis Porang di Sumut Menggiurkan, Bisa Untung Rp3 Miliar dalam 18 Bulan
Foto Dok/Edy Effendy
TANAMAN PORANG : Master Porang Sleman, Boy Idris Tampubolon (kiri) bersama petani Porang Sumut, Edy Effendy (tengah) dengan tanaman Porang yang saat ini populer di kalangan petani Indonesia.
Medan (SIB)
Porang, tanaman umbian saat ini begitu populer di kalangan petani dan penanam modal. Pasalnya, Porang kini menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan dengan keuntungan yang menggiurkan.

Seperti diungkapkan Idris Tampubolon, petani yang juga pakar Porang Indonesia yang diundang petani Porang Sumut, Edy Effendi. Idris mengatakan Sumut memiliki potensi untuk menjadi produsen Porang nomor satu di Indonesia.

"Walaupun pengalamannya kurang, tapi petani pemula di Sumut berani menanam 4 sampai 5 hektare. Saya saja tiga tahun bertani Porang masih memiliki 5 hektare lebih. Ini adalah peluang kita untuk membawa konsep akal sehat ilmu pertanian sehingga saya yakin tiga tahun ke depan, Sumut bisa menjadi produsen Porang nomor 1," kata Idris dalam acara Forum Diskusi Petani Sumut, di Kompleks Perumahan Pondok Nusantara, Jalan Balai Desa, Patumbak, Deliserdang, Rabu (31/3/2021).

Bahkan, kata Idris, petani Porang memiliki potensi meraup penghasilan kurang lebih Rp 2 miliar. Sedangkan untuk perhitungan biaya pengolahan lahan satu hektare diperkirakan Rp 72,6 juta, biaya pemupukan dan perawatan Rp 45,6 juta, biaya bibit dan upah tanaman Rp 163 juta, total biaya panen Rp 28 juta dan total biaya tenaga kerja Rp 48 juta. Sementara total biaya satu musim Rp 357 juta.

Adapun penghasilan selama dua musim (18 bulan) yakni, hasil katak musim I Rp 300 juta, hasil katak musim II Rp 960 juta, hasil umbi basah 2 musim Rp 2 miliar dengan total penghasilan Rp 3,34 miliar. Sehingga penghasilan bersih dari total penghasilan dikurangi modal sebesar Rp2,98 miliar.

Idris menambahkan dalam menanam Porang, sangat penting bagi petani untuk memperhatikan kondisi tanah dan kandungan air di dalamnya agar Porang dapat tumbuh subur.

"Kita harus cek tanah baik itu pH tanah, zat besi hingga air karena itu akan sangat berpengaruh. Di situ kita akan memulai pupuk dasar apa yang dapat kita gunakan. Karena Porang ini harus tanah gembur dan sehat serta pH netral. Tanah di Sumut ini sangat menjanjikan," ujarnya.

Idris juga melihat potensi harga Porang di Sumut juga menjanjikan. Ia memperkirakan dalam lima tahun ke depan, bisnis Porang akan terus diserap oleh pabrik dengan harga stabil.

"Ini memang unik. Lihat harga di Sumut sekitar Rp 8 ribu per kg. Panen raya umumnya bulan 5 atau 6 malah harga naik menjadi Rp 10 ribu. Ini karena pabrik di Jawa tidak menanam Porang satu pun dan punya perjanjian dengan eksportir target tertentu. Jadi waktu panen raya mereka kumpul banyak-banyak, sehingga target pabrik tercapai kalau tidak mereka akan kena pinalti. Jadi kita baca dalam waktu lima tahun ini saya rasa menjanjikan," kata Idris.

Edy juga mengakui potensi panen Porang di Sumut besar, tapi kurang tersosialisasi bagaimana pengelolaannya. Sehingga hampir 75 persen petani Porang mengalami kegagalan.

"Minat petani di Sumut tinggi sekali, cuma sosialisasinya sangat kurang. Bahkan bisa dibilang 75 persen petani pemula gagal panen Porang tapi tidak pernah ke permukaan. Kalau kita edukasi, boleh dikatakan 90 persen petani akan sukses," tutur Edy.

Bahkan Edy mengatakan saat ini sudah ada 13 negara sedang menunggu hasil panen Porang dari Indonesia. Ia juga memperkirakan untuk tahun 2021, tanaman Porang akan diserbu para petani untuk melakukan penanaman.

"Hilir sudah terbentuk tapi hulu belum terbentuk. Sekarang sudah ada 13 negara menunggu produksi kita tapi di Sumut masih memiliki 300 hektare lahan, itu masih sedikit. Tahun ini akan meledak karena di tahun 2020, para pebisnis masih melihat peluang Porang dan menunggu. Tapi begitu mereka melihat ini menjadi potensi yang bagus, Porang akan menjadi komoditas yang menjanjikan," ujarnya.

Edy menambahkan seminar terkait budidaya porang akan kembali dilaksanakan Sabtu (3/4/2021), pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB, di Kompleks Perumahan Pondok Nusantara, Jala Balai Desa Pasar 12 Patumbak, Deliserdang. Dalam seminar yang kembali menghadirkan pakar/master Porang, Idris Tampubolon tersebut mengusung tema "Budidaya Porang dengan Pola Modern dan Akal Sehat, dengan Luas Lahan 1 Hektar Bisa Menghasilkan Rp3 miliar". (*)

Penulis
: Donna Hutagalung
Editor
: Donna Hutagalung
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com