Misionaris Pastor Leo Joosten Asal Belanda Berpulang


317 view
(Foto dok/Ag)
DOA: Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung, OFMCap didampingi pastor lainnya memimpin Misa terakhir untuk doa jenazah Pastor Leo di Berastagi, Selasa (2/3/2021).
Karo (SIB)
Misionaris asal Belanda Pater Leo Joosten yang sehari-hari dipanggil Pastor Leo Egidius Joosten OFMCap, pria kelahiran 9 September 1942 di Nederwetten Belanda, meninggal dunia, Minggu (28/2/2021) di RS St Elisabeth Medan.

Pastor Leo Joosten telah menjadi warga negara Indonesia sejak 1994 dan ditabalkan menjadi marga Ginting Suka. Selain pelayanannya yang murah hati, banyak karya monumental, ilmiah dan lainnya dikerjakannya.

Demikian diungkapkan Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung OFMCap saat memimpin misa pelepasan jenazah Pastor Leo untuk dikebumikan di Sinaksak, Pematang Siantar, Selasa (2/3/2021) di Gereja Katolik Inkulturatif, St Fransiskus Asisi, Berastagi.

Pastor Leo banyak membangun gereja-gereja inkulturatif di Kabupaten Karo, Pastor Leo juga banyak menulis buku, mendirikan museum Karo di Berastagi, ditambahkan Pastor Paroki Berastagi, P Libertus Sihombing, OFMCap.

Pastor Leo genap 50 tahun menjalani pelayanan imam, kaul kekal 17 September 1967 dan tahbisan imam, 28 Juni 1970. Pertama menjadi imam di Indonesia, 17 Januari 1971 ditempatkan di Onanrunggu, Paroki Pakkat, Tapanuli. Pernah di Pangururan dan pindah ke Paroki Kabanjahe tahun 1998 dan sampai akhir hidupnya di Paroki Berastagi. Pastor Leo, anak ke 8 dari 11 bersaudara dari orangtuanya, Henricus W Joosten-Henrica M Sanders. (*).

Penulis
: Theopilus Sunulaki
Editor
: Robert/Eva Rina P
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com