Pasca Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Asal Labuhan Batu

Perawatan Adam-Aris Diperketat, Dokter Anak akan Nginap di RS

275 view
Foto Dok/Humas
TIDUR: Adam dan Aris sedang tidur di ruang ICU anak pasca operasi pemisahan di RSUP H Adam Malik, Kamis (21/1/2021).
Medan (SIB)
Pasca operasi pemisahan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, bayi kembar siam yang diberi nama Adam dan Aris, asal Labuhan Batu, dirawat di ICU anak dan dipantau tim dokter 3×24 jam.

"Kondisi Adam dan Aris relatif stabil dan mendapat perawatan di ICU anak," kata Sekretaris Tim Dokter Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP H Adam Malik, dr Rizky Adriansyah SpA (K) kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).

Sejauh ini, pihaknya masih memantau 3×24 jam pasca dilakukannya operasi pemisahan pada bayi laki-laki Nur Rahmawati (26) dan Supono (32) ini. "Pemantauan yang kita lakukan lebih ketat, sehingga informasi yang sangat teknis kita juga tidak bisa sampaikan. Hanya saja lantaran kita lakukan operasi di masa pandemi maka operasi kali ini tim menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lebih lengkap. Bahkan seluruh tim medis kita swab dulu, baru kita lakukan tindakan," terangnya.

Rizky yang bersama dokter lainnya yakni Prof DR H Guslihan Dasa Tjipta SpA (K), DR dr Erjan Fikri MSurg SpBA (K), dr Yutu Solihat SpAn KAKV, dr Utama Abdi Tarigan SpBP-RE (K) serta Direktur Direktur Utama RSUP HAM dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) mengakui operasi ini cukup lama, karena defeknya cukup besar. Defeknya itu mungkin setara dengan bayi Sahira-Fahira yang ditangani pada 2017 silam.

Sementara itu, DR dr Erjan Fikri M.Surg, SpBA (K) menyampaikan operasi yang mereka lakukan memakan waktu sampai 10 jam. Ia juga meminta doa masyarakat semoga semuanya berjalan baik. Karena secara teoritis, paparan pembiusan dan tindakan yang lebih lama itu akan lebih banyak memancing reaksi inflamasi.

"Hal itu tidak bisa dielakkan. Karena kondisi livernya yang menempel lebih tebal dan lebih lama harus memisahnya. Dan yang sulitnya, liver ini seperti gabus tidak dengan mudah dihentikannya pendarahannya. Jadi, slhamdulillah para direktur kami mempersiapkan semua ornamen mulai dari tusa, harmonic couple, argon, ini gasnya tidak gampang didapat, sehingga begitu lebar yang kami belah. Alhamdulillah dapat kami selesaikan," ungkapnya.

Ia juga mengaku, lima hingga enam hari ke depan, dokter spesialis anak akan menginap di rumah sakit milik Kemenkes RI untuk pemantauan kondisi sang anak. "Karena kami tidak mau terjadi perburukan kondisi jadi memang harus dijaga ketat. Kita jaga dengan sangat maksimal dan tidak terlepas dari penjagaan perawat-perawat yang mengawal kami semua," jelasnya.

Seperti diketahui, tim medis RSUP H Adam Malik berhasil melakukan pemisahan pada bayi kembar siam, asal Labuhan Batu bernama Adam dan Aris pada Rabu, 20 Januari 2021 sekitar pukul 17.40 WIB.

Operasi pada bayi berusia 1 tahun 1 bulan ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai Prof dr Guslihan Dasa Tjipta SpA(K), dengan melibatkan sekitar 50 orang tenaga medis yang terdiri dari beberapa dokter sub spesialis, terutama dokter spesialis bedah anak, dokter spesialis anesthesi pediatrik, dan dokter spesialis anak.

Operasi pemisahan bayi kembar siam Adam dan Aris menjadi yang keempat kalinya dilakukan di RS Adam Malik. Sebelumnya, tim dokter dari rumah sakit terakreditasi Joint Commission International ini sudah berhasil memisahkan bayi kembar siam Mariana-Mariani asal Aceh Timur pada tahun 2005, Sahira-Fahira dari Asahan (2017) dan Adam-Malik dari Tapanuli Utara (2019). (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Eva Rina P
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com