Petani Langkat Diajak Budidayakan Padi Ramah Lingkungan


505 view
Petani Langkat Diajak Budidayakan  Padi Ramah Lingkungan
Foto Dok/ SOI
Panen Perdana : Kelompok Tani Sehat  Desa Pasar VI  Kwala Mencirim  Kecamatan Sei Bingai, Langkat, panen perdana dengan metode SRI diprakarsai CSR  PT Tirta Investama (Aqua  Langkat)    akhir Desember  2020 lalu.
Langkat (SIB)
Kelompok Tani Sehat Desa Pasar VI Kwala Mencirim Kecamatan Sei Bingai, Langkat, dengan metode Sri (System Rice Intensification) atau bertanam padi secara intensif diprakarsai program Corporate Social Responsibiliy (CSR) PT Tirta Investama (Aqua Langkat), mampu menghasilkan beras sehat tanpa pestisida dan pupuk kimia.

Sekolah Lapang (SL) Kelompok Tani Sehat dipandu mitra pelaksana CSR Aqua Langkat yakni Sources of Indonesia (SOI) dan Perkumpulan Petani Organik Seluruh Nusantara (Pansu), mengajak petani Langkat membudidayakan pertanian tanaman padi ramah lingkungan, memanfaatkan kotoran hewan sebagai kompos tanpa pestisida dan pupuk kimia.

Jimmi Simorangkir selaku SR Manager PT Tirta Investama Langkat bersama mitra pelaksana CSR dari SOI dipimpin Direktur Eksekutifnya, Renta Monna E Nababan mengakui program pertanian ramah lingkungan Aqua Langkat yang telah dirintis dari tahun 2019 dan dikembangkan tahun 2020 sangat dirasa membantu petani di Langkat

“ Untuk panen perdana metode SRI telah dilakukan petani pada akhir Desember 2020 di Desa Pasar VI Kwala mencirim. Hasilnya sangat memuaskan dan patut untuk dibudidayakan petani lainnya,“ sebut Jimmi Simorangkir, Rabu (13/1/2021) .

Diawali dari tahun 2019, sebut Jimmi dengan membuat pelatihan membuat kompos dan makanan konsentrat peternakan masyarakat di sekitar pabrik Aqua dan baru pada tahun 2020 , mengembangkan program spesifik, yakni sumber makanan pokok beras dengan tanaman padi. Konsep SRI, yakni padi ditanam satu demi satu pada setiap lubang tanam dengan jarak 30 Cm x 30 Cm.

Setelah tiga bulan pada akhir Desember 2020 lalu, sebut Jimmy, petani dapat melakukan panen perdana yang turut disaksikan Camat Sei Bingai, Kapolsek , Koramil 03 Sei Bingai, tokoh masyarakat dan agama. "Hasil panen perdana itu sangat memuaskan petani, beras menjadi sehat, karena tidak ada penyemprotran kimia sintetis dari awal tanam hingga panen," sebut Jimmy.

Suprianto, anggota Kelompok Tani Sehat Desa Pasar VI Kwala Mencirim di lokasi demplot padi Sekolah Lapang, mengaku awalnya tidak yakin tanaman padi akan berhasil tanpa diberi pupuk maupun pestisida kimia sedikitpun .

“Namun di Sekolah Lapang terbukti kompos dari kotoran hewan, Biolahang dari fermentasi air kelapa dan sisa-sisa ikan, serta pestisida nabati dari berbagai daunan hasilnya memuaskan, ’’ jelas Pak Suprianto.
Dari padi basah metode SRI untuk sawah seluas satu rante lebih sedikit ini, mampu memperoleh gabah / padi seberat 265 Kg padi basah. Setelah dibersihan digilingkan menghasilan beras seberat 129 Kg, dengan persentase 68 persen.

“ Padi yang ditanam dengan konsep ramah lingkungan persentasenya naik dan bobotnya juga tidak kalah. Kedepan petani Desa Pasar VI Kwala Mencirim menjadi pendobrak di desa untuk mengajak petani lainnya di Langkat dengan metode SRI. Karena metode SRI hematan biaya produksi petani," sebutnya. (*).

Penulis
: Sukardi bakara
Editor
: Robert
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com