Tak Bayar Uang Komite, Seorang Siswa SMKN 2 Idanogawo Mengaku Tidak Diikutkan Ujian


3.136 view
Foto: SIB/Normalius Gori
DATANGI: Orang tua siswa, Fatiziduhu  mendatangi SMKN 2 mempertanyakan anaknya yang  tidak diperbolehkan ujian karena tidak membayar iuran komite 6 bulan, Senin (30/11/2020). 
Nias( SIB)
Fatiziduhu Zai, orang tua siswa Natania Tiara Wilestari Zai, pelajar kelas X SMKN 2 Idanogawo, Kabupaten Nias, mendatangi guru karena anaknya tidak diperbolehkan mengikuti ujian, Senin (30/11/2020). Fatiziduhu mengaku tidak diizinkan mengikuti ujian karena belum membayar uang komite selama 6 bulan.

"Pada prinsipnya saya tidak keberatan membayar iuran itu. Saya tidak terima guru bernisial OT tidak mengizinkan anak saya ujian hanya karena belum bayar iuran," kesalnya.

Anaknya pun, kata dia, sudah pulang ke rumah karena malu dan merasa terintimidasi secara moral.

"Bagusnya pihak sekolah mengonfirmasi kepada saya sebagai orang tua, setidaknya melalui telepon karena nomor saya ada di pihak sekolah," jelasnya.

Kepala SMK Negeri 2 Idanogawo, Yuliman Zalukhu saat diminta tanggapannya mengatakan tudingan Fatiziduhu tidak benar. "Seluruh siswa ikut ujian tanpa terkecuali. Anak tersebut bukannya tidak masuk tetapi diambil orang tuanya dari sekolah," katanya.

Yuliman membenarkan ada kutipan iuran. Tapi bukan dia yang melakukan, melainkan ketua komite.

Sementara Ketua Komite, F Warasi yang dikonfirmasi membenarkan adanya kutipan tapi berdasarkan kesepakatan bersama orang tua. "Iuran wajib mereka bayar, karena itu kepentingan sekolah dengan guru tidak tetap (GTT)," kata Warasi. (*)

Penulis
: Normalius Gori
Editor
: Wilfred/donna
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com