Seratusan Penarik Becak di Medan Dibimbing Jadi Retail Sembako


219 view
Seratusan Penarik Becak di Medan Dibimbing Jadi Retail Sembako
Foto: Dok/DewanUKMSU
WAK KOCAK: Ketua Komite Daerah Dewan UKM SU Dewi Budiati Teruna Jasa Said (tengah) didampingi Korlap Alexander Pasha, Koordinator Abang Becak H Yusman, Jumat (2/4) memerhatikan becak yang hendak dimodifikan menjadi Wak Kocak dalam maksud membina dan membimbing penarik becak di Medan sebagai retail sembako pada masyarakat.
Medan (SIB)
Ketua Komite Daerah Dewan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sumatera Utara (SU) Dewi Budiati Teruna Jasa Said membimbing seratusan penarik becak di Medan menjadi retail sembilan bahan pokok (sembako). Hal itu dimaksudkan agar penguatan ekonomi kelompok marjinal ekonomi meningkat signifikan dan langsung ke titik sasaran. “Dewan UKM SU ingin kemampuan enterpreuner abang-abang yang berprofesi sebagai penarik becak, tersalurkan,” ujarnya di Posko (sementara) Dewan UKM SU wilayah Medan Maimoon Jalan Brigjen Katamso Taksi Poltak Medan, Jumat (2/4).

Didampingi Pembina Dewan UMKM Kol Inf Khairuddin F Siregar, Koordinator Lapangan (Korlap) Alexander Pasha, Koordinator Abang Becak H Yusman, Dewi Jasa Said mengatakan, sejumlah upaya dilakukan pihaknya. “Khusus bimbingan ini, memiliki nasionalisme dan membantu sesama. Sekarang serbuan kapital besar berkedok pasar modern ada di lingkungan kediaman warga. Praktik sedemikian mematikan pelaku usaha mikro. Yuk para abang penarik becak bergerak,” tegasnya.

Ia menunjuk mini market yang ada 3 - 4 di hampir tiap kelurahan di Medan sekitarnya. “Kita di sini mengibarkan Wak Kocak yang akronim ‘warung keliling sembako kocak.’ Wak Kocak inilah yang face to face dengan pembeli,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah seratusan penarik becak yang bergabung, sudah demikian bagus. “Masa pandemi, penumpang sedikit. Di masa senggang itulah Wak Kocak digerakkan,” tegasnya sambil menegaskan program Dewan UKM SU tersebut murni membantu kelompok marjinal ekonomi.

Menurutnya, menjadi bagian dari Wak Kocak melalui tahapan penataan becak. Hingga sambako yang diretailkan terjamin keberadaannya.

Korlap Alexander Pasha menambahkan, jumlah tersebut masih akan bertambah untuk wilayah Medan serta terus berkembang ke daerah lain.

Pembina Dewan UMKM Kol Inf Khairuddin F Siregar menegaskan, Dewan UKM yang akan menata mata niaga retail. Selain bahan makanan pokok, dikembangkan ke produk yang diinginkan. “Bisa jadi meniagakan kopi, mi instan dan kebutuhan lain yang diperlukan. Yang terpenting, muaranya meningkatkan penguatan ekonomi abang penarik becak,” tambah pembina sejumlah organisasi olahraga tersebut.

Dewan UKM
Dewi Jasa Said mengatakan, Wak Kocak adalah kerja sama sejumlah pihak tapi menjadi program Dewan UKM SU, yang resmi dikukuhkan Ketua Komite Nasional Dewan UKM Indonesia Irwan Wijaya S di Medan Club Medan, Jumat, 29 Januari 2021. “Wak Kocak adalah bagian upaya memberdayakan UKM,” tutupnya. (R10/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com