Terungkap dari Talkshow FKIP UNITA

407 Guru Belum Sarjana, Pemkab Toba akan Jalin Kerjasama dengan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli


385 view
407 Guru Belum Sarjana, Pemkab Toba akan Jalin Kerjasama dengan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
(Foto: Dok/ Wandes Sianipar SKom)
FOTO BERSAMA: Dekan FKIP UNITA Dr Dra Meslin Silalahi MPd bersama PR I Talenta Marbun SE MSi, Fungsionaris FKIP dan alumni/user foto bersama Wakil Bupati Toba Tonny Simanjuntak SE beserta rombongan di ruang Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNITA sebelum berangkat ke Radio Anugerah FM dalam acara talkshow FKIP, Rabu (18/8). 

Tapanuli Utara (SIB)
Wakil Bupati Toba, Tonny Simanjuntak SE mengatakan, sebanyak 407 guru SD dan SMP yang bekerja di Pemerintah Kabupaten Toba belum sarjana dan Pemerintah Kabupaten Toba akan melakukan Nota Kesepakatan (MoU) dengan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA).

“Sesuai dengan visi dan misi Pemkab Toba, unggul serta bersinar dan menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan andal melalui peningkatan kualitas pendidikan, Pemkab Toba sangat serius meningkatkan kualitas pendidikan dengan program peningkatan kompetensi serta kualifikasi guru,” jelasnya dalam acara talkshow di Radio Anugerah FM dengan tajuk “Peran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNITA dalam Pembangunan Bangsa”, Rabu (18/8).

Sebelumnya, acara itu menghadirkan Dekan FKIP UNITA Dr Dra Meslin Silalahi MPd, PD I FKIP Bonari HR Tambunan SS MHum, Wakil Bupati Toba Tonny Simanjuntak SE (user / pengguna lulusan), Firman Sinurat SPd (user / alumni), Kepala SMA Negeri 1 Paranginan Kabupaten Humbang Hasundutan Drs Manaek Siburian (alumni/user), Kepala Biro Redaksi Sinar Indonesia Baru (SIB) Tapanuli Wilayah I Anwar Lubis SPd (alumni) dan Daniel Simorangkir (mahasiswa).

Wakil bupati menerangkan, jumlah guru di Kabupaten Toba sebanyak 3070 orang meliputi guru SD 2066 orang yang terdiri dari guru PNS 1232 orang, guru honor daerah 834 orang dan guru honor daerah 435 orang dan honor komite 395 orang. Kemudian guru SMP 1004 orang yang terdiri dari guru PNS 645 orang, guru honor 359 orang, guru honor daerah 214 orang dan honor komite 145 orang.

Sesuai dengan Undang-Undang (UU) nomor 14 TA 2005 tentang guru dan dosen katanya, bahwa kualifikasi akademik guru profesional minimal S 1 atau D IV. “Jadi hingga saat ini ada guru di Kabupaten Toba yang belum mencapai kualifikasi akademik S 1, dengan rincian guru SD 357 orang serta guru SMP 50 orang dan saat ini ada 33 orang PNS Toba yang sedang belajar di UNITA untuk peningkatan kualifikasi akademiknya termasuk 5 orang guru,” terangnya.

Dijelaskan, tahun 2009, Pemkab Tobasa sebelum berganti nama menjadi Pemkab Toba pernah mengikat kerjasama dengan UNITA dalam hal peningkatkan kualifikasi akademik sebanyak 150 orang guru yang terdiri dari guru SLB, SD, SMP dan SMA.

GAMBARAN UMUM
Sementara Dekan FKIP UNITA Dr Dra Meslin Silalahi MPd menyampaikan, gambaran umum FKIP UNITA. Di UNITA ada 4 Prodi yakni Prodi Pendidikan Matematika, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Keempat Prodi dipimpin Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi. Institusi UNITA mempunyai Akreditasi B. Keempat Prodi mempunyai Akreditasi B.

Dr Meslin menjelaskan, peran FKIP UNITA dalam pembangunan bangsa tentu harus bekerja menurut visi dan misi. Visi dari FKIP UNITA yakni menjadi fakultas yang berkualitas dan menghasilkan lulusan di bidang pendidikan yang profesional dan berkualitas berskala Nasional di tahun 2015 dan berskala Internasional di tahun 2025.

“Tentu untuk menyukseskan visi itu, kami membuat misi yakni menyelenggarakan pendidikan yang berkualiatas untuk menghasilkan lulusan yang menguasai kompetensi profesional, menyelenggarakan penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kualitas pendidikan, melaksanakan layanan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka ikut serta memecahkan masalah Nasional terutama di bidang pendidikan dan mengintegrasi nilai - nilai budaya dalam kurikulum dan pembelajaran, " jelasnya.

Ia menambahkan, FKIP UNITA sudah menamatkan puluhan ribu alumni yang menyebar di seluruh Indonesia. "Itulah kehebatan Bapak Alm DR GM Panggabean yang visioner. Sejak didirikan UNITA oleh Bapak Alm DR GM Panggabean, sudah banyak alumni kita bekerja di seluruh Indonesia dan memang tercapailah cita-cita Bapak Alm DR GM Panggabean untuk memerangi kemiskinan melalui pendidikan dan membawa Tapanuli keluar dari peta kemisikinan," pungkasnya.

PENGALAMAN
PD I FKIP, Bonari HR Tambunan SS MHum juga menyampaikan, FKIP UNITA adalah salah satu fakultas yang sudah banyak pengalaman. “Ada tiga strategi yang kita lakukan untuk memajukan FKIP UNITA. Strategi pertama, dengan melakukan tracer studi atau pelacakan alumni. Kenapa dilakukan pelacakan alumni. Tujuan untuk mengetahui ke mana seluruh alumni bekerja. Kemudian strategi kedua, kami lakukan bedah kurikulum. Tujuan untuk mengadopsi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan bedah kurikulum tadi, kami mendapat strategi-strategi pengajaran yang lebih baik," terangnya.

Kemudian strategi ketiga, Bonari mengungkapkan inovasi dosen. “Maksudnya, kita mencoba untuk memberikan pelatihan kepada dosen dengan mendatangkan pakar. Yayasan juga menyekolahkan dosen dari S1 melanjutkan pendidikan ke S2 dan juga memberikan bantuan kepada dosen S2 yang melanjutkan pendidikan ke S3," jelasnya.

Ternyata prospek tamatan dari FKIP UNITA, katanya, tidak hanya menjadi guru , tetapi ada juga ke pekerjaan lain, seperti Martogi Tampubolon yang sudah menjadi perwira TNI AD dengan pangkat Letnan Satu bertugas di Sulawesi Utara, Anwar Lubis SPd yang menjadi wartawan Harian SIB yang saat ini menjadi Kepala Biro Redaksi Tapanuli Wilayah I dan Tredy Sitohang membuka usaha Kursus Bahasa Inggris di Lintong Ni Huta Kabupaten Humbang Hasundutan. “Yang pasti masih banyak lagi. Ada yang kerja di bank dan instansi pemerintahan," ungkapnya.

DISYUKURI
Melalui talkshow bertajuk Peran FKIP UNITA dalam Pembangunan Bangsa itu juga, user alumni Firman Sinurat SPd yang juga Pengawas Madya Dinas Pendidikan Kabupaten Toba menyapa para pendengar Radio Anugerah yang pada intinya kehadiran UNITA di Tapanuli wajib untuk disyukuri karena dekat dengan kampung halaman dan akreditasi kampus baik (B)

BERHASIL
Di bagian lain, user alumni Kepala SMA Negeri 1 Paranginan Drs Manaek Siburian mengajak masyarakat agar kuliah di UNITA karena para alumni UNITA sudah banyak yang berhasil. “Buktinya saya sendiri sudah jadi kepala sekolah. Kenapa bisa, tentu awalnya saya kuliah dulu karena salah satu persyaratan kerja di institusi pemerintahan harus memiliki akademik,” ucapnya.

BANGGA
Sedangkan, alumni Anwar Lubis SPd menyampaikan rasa bangganya menjadi alumni UNITA dan merupakan suatu kehormatan karena diundang dalam acara talkshow. “Ya yang jelas saya bangga sebagai alumni, banyak ilmu dan banyak pengalaman ketika di bangku perkuliahan, tentunya hal itu dapat membantu saya dalam pekerjaan sehari-hari,” tuturnya.

Ia menambahkan, cita-cita selalu berubah-ubah baik jangka pendek maupun jangka panjang. “Dulu saya berpikir jadi guru tapi cita-cita berubah menjadi jurnalis karena ada yang melatarbelakangi. Intinya persentuhan saya dengan jurnalistik terjadi ketika ada minat ingin berkarir,” ucapnya.

Bicara soal cita-cita lanjutnya bukan perkara mudah, harus ada tujuan hidup. Belum lagi untuk menjalani dan mewujudkannya, itu akan jadi perkara yang jauh lebih sulit lagi kalau tidak kuliah. (F3/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com