Analisis INDEF soal Sentimen Netizen Youtube ke Cak Imin-Gibran-Mahfud


273 view
Analisis INDEF soal Sentimen Netizen Youtube ke Cak Imin-Gibran-Mahfud
(Anggi/detikcom)
Debat Cawapres di JCC Senayan, Jakarta pada Jumat (22/12/2023). 
Jakarta (SIB)
Lembaga penelitian Continuum INDEF menganalisis percakapan di jagat media sosial dan media terkait debat cawapres, Jumat (22/12) malam. Selain X (Twitter), Continuum INDEF juga menganalisis percakapan netizen di kanal Youtube.
Adapun percakapan yang dianalisis adalah yang berada di siaran langsung debat cawapres di Youtube KPU RI dan Kompas. Aspek yang dianalisis adalah eksposur kandidat, sentimen kandidat, dan wordcloud.
Merujuk pada dokumen Powerpoint yang diberikan Continuum INDEF, Sabtu (23/12), ada 61.857 komentar pada kedua tayangan dengan 15.392 pengguna Youtube. Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka paling disorot setelah debat.
"Gibran jadi cawapres paling disorot setelah debat dengan total komentar hampir mencapai 30 ribu," tulis Continuum INDEF.
Berikut ekposur kandidat:
- Anies-Muhaimin 22.800 komentar
- Prabowo-Gibran 29.600 komentar
- Ganjar-Mahfud 13.200 komentar
Dari aspek sentimen kandidat, berdasarkan komentar di tayangan langsung Youtube KPU RI dan Kompas, cawapres nomor urut 3 Mahfud Md mendapatkan positivity rate tertinggi. Continuum INDEF menyebut penampilan Mahfud saat debat Cawapres dinilai sukses.
"Mahfud tuai pujian setelah dinilai sukses di debat Cawapres. Mahfud mendapat sentimen positif tertinggi yaitu 71,4 persen. Diikuti Gibran dengan 64,5 persen, dan terakhir (cawapres nomor urut 1-red) Muhaimin Iskandar dengan 46,7 persen. Rendahnya sentimen positif dari Cak Imin ini selaras dengan temuan kami di Twitter. Netizen menilai performanya selama debat kurang optimal," tulis Continuum INDEF.
Berikut sentimen positif kandidat:
- Anies-Muhaimin 46,7 persen
- Prabowo-Gibran 64,5 persen
- Ganjar-Mahfud 71,4 persen
Kemudian berdasarkan wordcloud, performa Cak Imin dinilai kurang serta banyak blunder.
"Netizen juga menilai Cak Imin seperti 'terbantai' selama debat. Ini selaras dengan apa yang kami temukan di Twitter. Namun di sisi lain, netizen juga menyuarakan harapannya terhadap Cak Imin dan Anies agar dapat menjadi sosok pembawa perubahan bagi Indonesia," tulis Continuum INDEF.
Selanjutnya dari wordcloud Gibran, netizen menilai Wali Kota Solo tersebut sosok yang cerdas. Di sisi lain, Gibran dinilai sombong dan emosional.
"Gibran juga disebut sebagai cawapres yang keren dan cerdas. Namun di sisi lain Gibran juga disorot sebagai sosok yang sombong dan beremosi tinggi saat beradu gagasan dengan calon lainnya," jelas Continuum INDEF.
"Pernyataan yang ingin menaikkan rasio pajak menjadi 23 persen juga disorot publik," imbuh Continuum INDEF.
Terakhir, terhadap Mahfud Md, wordcloud yang muncul yakni netizen membahas soal isu infrastruktur sosial dan fisik. Berdasarkan analisis Continuum INDEF, netizen juga menilai Mahfud memberi perhatian lebih pada penguatan hukum.
"Pembangunan infrastruktur sosial dan infrastruktur fisik menjadi isu yang melekat pada Mahfud. Beberapa hal yag ditekankan oleh Mahfud adalah seputar pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, perdagangan dan penguatan hukum," tulis Continuum INDEF.
Analisis Berdasarkan Percakapan di X:
Sebelumnya Continuum INDEF juga memberikan analisis percakapan di platform X (Twitter). Berikut analisisnya:
"Cak Imin (Muhaimin Iskandar-red) jadi Cawapres paling disorot setelah debat. Dengan 13.300 tweet, jauh di atas Mahfud dan juga Gibran. Namun yang menarik adalah apakah dominasi perbincangan itu didominasi oleh sentimen positif? Atau justru sentimen negatif?"tulis Continuum INDEF.
Hasil eksposur kandidat yakni:
- Anies-Muhaimin 13.300
- Prabowo-Gibran 4.800
- Ganjar-Mahfud 2.000
Continuum INDEF lalu menunjukkan meski Cak Imin paling disorot, namun ternyata sentimennya paling negatif. Justru Gibran yang mendapatkan rasio sentimen positif tertinggi.
"Gibran tuai pujian setelah dinilai sukses di Debat Cawapres. Gibran mendapatkan sentimen positif 77,69 persen. Diikuti oleh Mahfud dengan 64,03 persen, dan terakhir Muhaimin Iskandar dengan hanya 4,27 persen," tulis Continuum INDEF.
"Rendahnya sentimen positif dari Cak Imin, disebabkan karena netizen menilai performanya selama debat kurang, dan bisa jadi menurunkan elektabilitasnya dengan Anies," lanjut Continuum INDEF.
Hasil sentimen positif yakni:
- Anies-Muhaimin 4.27 persen
- Prabowo-Gibran 77,69 persen
- Ganjar-Mahfud 64,03 persen
Lalu di aspek topik perbincangan di X, hasil penelitian Continuum INDEF menunjukkan Gibran dinilai tampil dominan, Mahfud dipuji karena memakai baju adat, serta Cak Imin dinilai tak optimal dan dikhawatirkan menggerus elektabilitas Anies Baswedan.
"Penampilan Gibran sangat dominan dan menguasai panggung. Selain itu netizen juga memperbincangkan Gibran yang awalnya dikira akan kesusahan, tapi ternyata penampilannya sangat bagus dan menguasai materi," tulis Continuum INDEF.
"Penampilan Mahfud dengan baju adat tuai pujian dari netizen. Selain itu, selama debat Mahfud Md benar-benar menunjukkan pengalaman dan kapabilitasnya sebagai orang yang lama berkecimpung di pemerintahan. Ketegasannya memerangi koruptor juga mendapat pujian warganet, dinilai hanya satu-satunya cawapres yang membahas secara tegas perlawanan terhadap koruptor.
Masih mengutip dari Continuum INDEF, Cak Imin dinilai tak tampil optimal dan membuat netizen mengkhawatirkan elektabilitasnya dengan Anies. Salah satu pandangan soal penampilan Cak Imin yang kurang maksimal, menurut hasil penelitian Continuum INDEF, adalah caranya menyampaikan argumen yang kurang jelas. (detikcom/d)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com