Batasi Lalu Lintas Hewan Ternak Jelang Idul Adha

BNPB akan Terapkan Lockdown Terkait Wabah PMK

* 800 Hewan Ternak Terpapar di Tangerang

393 view
BNPB akan Terapkan Lockdown Terkait Wabah PMK
(Bahtiar/detikcom)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto 

Serang (SIB)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan membuka opsi penerapan lockdown di provinsi atau daerah terkait wabah penyakit mulut dan kaki (PMK).

Lockdown dilakukan untuk membatasi lalu lintas hewan ternak menjelang Idul Adha.

"Yang dilakukan apakah sistem lockdown tingkat pulau atau provinsi, kabupaten, kota, ini terkait bagaimana lalu lintas hewan di hari raya Idul Adha," kata Suharyanto di pendapa Gubernur Banten, Serang, Selasa (28/6).

Suharyanto mengatakan keputusan itu akan dilakukan dalam rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Pertanian (Kementan), dan BNPB.

Data hewan ternak dan populasi terjangkit masih terus dipetakan. BNBP melibatkan pakar yang kompeten untuk penanganan PMK.

"Memang PMK sudah menyebar di 19 provinsi, sehingga penanggulangannya harus sangat serius terintegrasi dan betul-betul dilaksanakan seperti tahap penanganan Covid-19," tambahnya.

Karena harus seperti penanganan Covid-19, setiap daerah harus membentuk satgas PMK. BNBP menjadi satgas nasional di bawah Kemenko Marves.

Untuk vaksin PMK, Suharyanto mengatakan sudah ada 800 ribu dosis. Kementan dalam hal ini bertanggung jawab atas ketersediaan vaksin.

"Sudah ada 800 ribu dosis diadakan Kementan, nanti akan diadakan lagi," ucap Suharyanto.

Terpapar PMK

Sementara itu, ada 800 hewan ternak sapi dan kambing terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Tangerang, Banten. Sebanyak tiga hewan ternak yang terpapar PKM itu mati.

"Dari awal kasus memang 800, tapi yang sembuh sudah 60 persen kan. Ada (mati), tiga (sapi) yang mati," ujar Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Ibnu Ariefyanto saat dihubungi, Selasa (28/6).

Ibnu menjelaskan, hewan ternak yang mati terpapar PMK ini telah dikubur. Selain itu, ada hewan ternak di Kota Tangerang yang dilakukan pemotongan paksa karena terpapar PMK.

"Yang meninggal itu dikubur aja, beda sama pemusnahan," tambah Ibnu.

Menurutnya, pemotongan paksa ini wajar dilakukan karena kondisi hewan ternak yang sudah parah gara-gara PMK. Kondisi tersebut diperparah karena hewan ternak tersebut tidak mau makan.

"Itu kan sakit, potong paksa itu potong bukan waktunya. Jadi sapi kena PMK nggak mau makan, jadi dipotong paksa itu untuk menyelamatkan dia yang sudah capek diobati, jadi dipotong saja," ucap Ibnu.

Ibnu menjelaskan hewan yang dipotong paksa ini masih dapat dikonsumsi. Ia membeberkan, dari pemotongan paksa ini, nantinya bangkai hewan tersebut tidak dapat dibuang ke sembarang tempat.

"Bisa (dikonsumsi), insyaallah aman. Pemusnahan itu biasanya untuk di awal kasus. Dimusnahkan itu, ada sapi nih atau kambing mati, kemudian ada pembersihan besar. Baru dimusnahkan tuh. Pemusnahan biasanya kita di peternakan, bangkainya jangan sampai dibuang ke sungai. Sebelum dikubur itu dibakar, pakai kapur dan disinfektan," jelasnya.

Ibnu kembali menegaskan hewan yang disembelih dalam keadaan terpapar PMK boleh dikonsumsi. Menurutnya, baik dari sisi kesehatan maupun agama itu tidak masalah.

"Menurut MUI itu boleh. Kalau dari segi kesehatan, walaupun itu terpapar PMK itu nggak apa-apa dagingnya," pungkasnya.

Bebas PMK

Terpisah, Perum Bulog memastikan daging kerbau beku impor bebas dari PMK dengan hasil sampel daging terbukti PCR negatif dari Pusat Veteriner Farma Kementerian Pertanian.

"Alhamdulillah hasil uji PCR kemarin (Sabtu 04/06) sudah keluar dengan hasil negatif, jadi Bulog lebih yakin lagi untuk mendistribusikan komoditas daging kerbau beku ini guna mencukupi kebutuhan daging di Tanah Air," kata Direktur Supply Chain Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/6).

Suyamto mengatakan pengujian ini dilakukan demi meyakinkan lagi terhadap kondisi daging kerbau beku yang diimpor Bulog dari India dan juga menyikapi maraknya pemberitaan terhadap PMK yang menyerang ternak sapi di beberapa daerah.

Bulog melakukan uji PCR di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) pada tanggal 2 Juni 2022.

Dia menerangkan, Bulog secara rutin melakukan uji laboratorium, termasuk uji PMK, untuk meyakinkan bahwa daging beku dari India memenuhi persyaratan kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pemerintah memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk mengimpor daging kerbau beku sebanyak 100 ribu ton pada tahun 2022 ini sebagai alternatif pilihan bagi konsumen dalam memenuhi ketersediaan akan daging serta menjaga stabilisasi harga daging di tingkat konsumen.

Dengan jumlah stok daging kerbau beku yang dikuasai Bulog saat ini sebanyak 46 ribu ton, Bulog berhasil membantu mengatasi kebutuhan lonjakan permintaan daging beku sehingga saat Ramadhan dan Idul Fitri lalu harga daging bisa stabil.

SIAP BANTU

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams. Muzani meminta bantuan pemerintah Australia dalam rangka penanganan wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) di Indonesia.

Pertemuan Muzani dan Dubes Penny berlangsung di Kompleks Parlemen, Senanyan, Jakarta, Selasa (28/6). Muzani menyebut, pemerintah Australia memiliki kemapuan teknis serta teknologi dalam penanganan wabah PMK.

"Kami di Indonesia sekarang sedang mengalami wabah penyakit kuku dan mulut. Kami memahami bahwa Australia memiliki teknologi dalam upaya pemberantasan wabah PMK ini. Itu sebabnya kami berharap meskipun wabah ini sudah kami lewati (alami) sejak tahun 90-an, tapi kemudian kami terkaget wabah ini kembali melanda para hewan ternak kita," kata Muzani dalam keterangan tertulisnya.

Merespons Muzani, Penny Williams mengatakan, pemerintah Australia telah berkomitmen membantu penanganan wabah PMK yang saat ini melanda hewan ternak Indonesia. Tak hanya itu, komitmen kerja sama ini disebut juga berfokus pada kesehatan hewan kedua negara.

"Memang ada kerja sama program kesehatan antara Australia dan Indonesia. Dan pemerintah Australia sudah akan membantu Indonesia dalam penanganan (wabah PMK) ini, berupa bantuan teknis dan vaksin," ujar Penny.

Komitmen kerja sama itu akan diperkuat oleh kunjungan Menteri Pertanian Australia ke Indonesia beberapa bulan ke depan. Muzani menyampaikan terima kasih atas niat baik pemerintah Australia. (detikcom/Antaranews/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com