BNPT Minta Gen Z Bijak Bermedia Sosial untuk Cegah Radikalisme


322 view
BNPT Minta Gen Z Bijak Bermedia Sosial untuk Cegah Radikalisme
Foto: BNPT

Jakarta (SIB)

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) mengajak generasi Z (Gen Z) untuk mencegah radikalisme. Salah satunya dengan meminta generasi muda berhati-hati dalam menyerap informasi di media sosial melalui forum interaktif 'Saring Before Sharing'.

Deputi Kerjasama Internasional BNPT RI Andhika Chrisnayudhanto mengatakan, Generasi Z merupakan salah satu kelompok masyarakat yang paling rentan terpapar paham radikal terorisme. Sebab mereka merupakan kelompok yang paling sering bersentuhan dengan platform media sosial.

"Berdasarkan survei, kalangan perempuan, kelompok urban, generasi muda atau Generasi Z ini menjadi kelompok yang paling rentan terpapar radikalisme," kata Andhika dalam keterangan tertulis, Rabu (24/5).

Hal ini disampaikan Andika di forum Joint Synergy to Eradicate Terrorism Narasi Genz 'Saring Sebelum Sharing' di Jakarta, Selasa (23/5).

Lebih lanjut, radikalisme merupakan potensi masalah serius yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Karena radikalisme mengancam dan dapat menyebabkan gangguan ekonomi, sosial, dan stabilitas nasional di berbagai lapisan sosial masyarakat. Tidak terkecuali Gen Z yang merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan.

Menurut Andika, tren radikalisme di generasi muda sejalan dengan berkembangnya ancaman dan narasi ekstremisme berbasis kekerasan yang disebarkan kelompok teror. Apalagi kelompok teror kerap menggunakan berbagai platform media untuk meraup simpati publik.

Dia menambahkan, meskipun berpotensi menjadi sasaran empuk, namun di sisi lain generasi muda Indonesia memiliki sikap toleran yang lebih tinggi. Hal ini bisa dilihat dari hasil survei Litbang Kompas pada akhir 2020 lalu yang menunjukkan 78% warga berusia 24 tahun ke bawah memiliki tingkat toleransi paling tinggi, jika dibandingkan dengan level usia lainnya.

"Berbeda dengan orang di atas 30 tahun yang sudah terstruktur dan sulit diubah pemikirannya. Karena itu, pemilu yang akan datang saya tidak takut polarisasi karena kecenderungannya anak muda sekarang lebih moderat," jelas Andhika.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com