Tidak Ada Fraksi yang Menolak

DPR Setujui Komjen Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri


172 view
Foto: Ant/Galih Pradipta
UJI KELAYAKAN DAN KEPATUTAN: Kabareskrim Polri yang juga calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1).
Jakarta (SIB)
Semua fraksi di Komisi III DPR menyetujui Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri. Tidak ada fraksi yang menolak.

Pantauan di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1), semua fraksi membaca pandangan mini-fraksi. Sembilan fraksi menyatakan setuju Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri.

Fraksi yang menyetujui Komnjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri, yaitu: PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, Demokrat, PKS, PAN, PPP.

Dalam rapat pandangan mini-fraksi di Komisi III itu, Komjen Listyo Sigit Prabowo didampingi sejumlah jenderal dari berbagai angkatan. Saat membacakan persetujuan, sejumlah fraksi juga memberikan catatan.

Ketua Komisi III Herman Hery kemudian membacakan keputusan rapat. Komjen Listyo Sigit Prabowo disetujui Kapolri.

"Berdasarkan pandangan dan catatan fraksi, pimpinan dan anggota Komisi III secara mufakat menyetujui pemberhentian dengan hormat dari jabatan Kapolri atas nama Jenderal Idham Azis dan menyetujui pengangkatan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Selanjutnya, ditetapkan dalam rapat paripurna terdekat dan akan diproses sesuai peraturan perundang-undangan," kata Herman.

SOLID
Komjen Listyo Sigit Prabowo memamerkan soliditas Polri saat uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Komisi III DPR RI. Komjen Listyo Sigit Prabowo menjelaskan para perwira tinggi (pati) Polri yang mendampinginya fit and proper test pagi kemarin berasal dari perwakilan tiap angkatan yang lebih senior darinya.

"Yang hadir mendampingi kami ini susunannya adalah urutan senior, Pak," kata Listyo Sigit Prabowo.

Untuk diketahui, Listyo Sigit Prabowo merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 1991. Sigit menjelaskan dirinya didampingi perwakilan dari angkatan 1987, 1988, 1989, 1990, 1991 dan angkatan di bawahnya.

"Mulai dari (angkatan) '87, '88, '89, '90, kami sendiri '91 beserta leting kami, dan adik-adik kami. Jadi mohon izin melaporkan, bahwa saat ini Polri solid, Pak," ucap Listyo yang disambut riuh tepuk tangan para peserta di dalam ruang tersebut.

Pejabat Polri yang menghadiri uji calon kapolri itu di antaranya Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto, Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada, Kapolda Sulut Irjen Panca Putra hingga Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta. Selain itu, Kapolri Jenderal Idham Azis juga datang ke DPR.

KOMITMEN
Komjen Sigit juga menyampaikan komitmennya jika resmi ditunjuk sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Idham Aziz di depan Komisi III DPR RI.

"Izinkan saya menyampaikan 7 komitmen jika saya dipilih menjadi Kapolri," kata Sigit.

Pertama, menjadikan Polri sebagai institusi yang Presisi atau Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Kemudian, menjamin keamanan untuk mendukung program pembangunan nasional.

"Ketiga menjaga soliditas internal. Empat, mendukung terciptanya ekosistem inovasi dan kreativitas yang mendorong kemajuan Indonesia," kata Sigit.

Berikutnya, menampilkan kepemimpinan yang melayani dan menjadi teladan. Sigit juga berkomitmen mengedepankan pencegahan permasalahan, pelaksanaan keadilan restoratif, dan problem solving.

"Tujuh, setia kepada NKRI dan senantiasa merawat kebhinnekaan," katanya.

Berikut ini 7 komitmen calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo untuk institusi Polri:

1. Menjadikan Polri sebagai institusi yang Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan (Presisi).
2. Menjamin keamanan untuk mendukung program pembangunan nasional.
3. Menjaga soliditas internal.
4. Mendukung terciptanya ekosistem inovasi dan kreatifitas yang mendorong kemajuan Indonesia.
5. Menampilkan kepemimpinan yang melayani dan menjadi teladan.
6. Mengedepankan pencegahan permasalahan, pelaksanaan keadilan restoratif dan problem solving.
7. Setia kepada NKRI dan senantiasa merawat kebhinnekaan.

Sigit juga menyiapkan sejumlah program prioritas Polri ke depannya mulai dari menata lembaga Polri hingga pengawasan publik. Berikut ini program prioritas Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo:

1. Penataan kelembagaan
2. Perubahan sistem dan metode organisasi
3. Menjadikan SDM Polri yang unggul di era Police 4.0
4. Perubahan teknologi kepolisian modern (Police 4.0)
5. Peningkatan kinerja pemeliharaan kamtibmas
6. Peningkatan kinerja penegakan hukum
7. Pemantapan dukungan Polri dalam penanganan COVID-19 (PC)
8. Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
9. Menjamin Keamanan Program Prioritas Nasional
10. Penguatan penanganan konflik sosial
11. Peningkatan kualitas pelayanan publik Polri
12. Mewujudkan pelayanan publik Polri yang terintegrasi
13. Pemantapan komunikasi publik
14. Pengawasan pimpinan terhadap setiap kegiatan
15. Penguatan fungsi pengawasan
16. Pengawasan oleh masyarakat (public complaint).

TAK ADA LAGI
Komjen Sigit juga berharap di masa kepemimpinannya nanti tidak ada lagi anggapan kriminalisasi terhadap ulama. Komjen Sigit memastikan akan membuka ruang komunikasi dengan ulama.

"Saya kira bahasa kriminalisasi itu ke depan kami harapkan tidak ada lagi. Artinya, memang kami akan membuka ruang komunikasi," kata Komjen Listyo Sigit.

Hal itu dikatakan Komjen Listyo Sigit sekaligus menjawab pertanyaan terkait tuduhan kriminalisasi ulama kepada pemerintahan saat ini. Komjen Listyo Sigit pun mewanti-wanti satu hal.

Dia meminta agar dibedakan antara ada dugaan tindak pidana dan tidak ada dugaan tindak pidana. Komjen Listyo Sigit menegaskan penegakan hukum tetap dilakukan jika ada dugaan tindak pidana.

"Namun demikian, tentu harus dibedakan bahwa ada tindak pidana, kemudian ada ruang komunikasi," sebutnya.

"Saya kira mudah-mudahan ke depan dengan komunikasi yang baik tidak ada lagi hal-hal yang... Namun demikian, kalau ada proses penegakan hukum yang kami lakukan karena kriminalisasi, namun karena ada tindak pidana yang terjadi," imbuh jenderal bintang tiga itu.

Sebelumnya, Komjen Listyo Sigit mengungkap program 100 hari pertama menjadi Kapolri nanti. Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan menuntaskan kasus yang menjadi perhatian publik.

"Seratus hari ke depan tentunya kami sudah menyiapkan program-program yang langsung tentunya bisa kami laksanakan, salah satunya adalah penuntasan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik yang saat ini ditunggu-tunggu," kata Komjen Listyo Sigit Prabowo setelah menjalani uji calon Kapolri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1).

TAK ADA ALASAN MENOLAK
Komisi III menilai isi makalah 'Transformasi Menuju Polri yang Presisi: Prediktif-Responsibilitas-Transparansi Berkeadilan' membuat tak ada fraksi yang menolak gagasan Listyo Sigit Prabowo untuk membangun Polri.

"Kalau ini formalitas, memang formalitas, kenapa? Kalau dari pandangan semua fraksi, tidak ada yang permasalahkan," kata Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1).

Menurut Desmond, tak ada fraksi yang mempermasalahkan makalah konsep kepemimpinan Komjen Listyo Sigit Prabowo, yakni Polri Presisi tersebut sehingga semua fraksi menyetujui Komjen Lisyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri.

"Tapi kalau kau baca, makalah presisi, tidak ada alasan apa pun juga bagi fraksi-fraksi di Komisi III untuk menolak. Kenapa? Prediksi, itu kan wajah civilian police, kalau kau paham tentang wajah civilian police, tidak ada masalah," ujarnya.

Memang, ada sejumlah fraksi yang memberikan catatan ke Komjen Listyo Sigit Prabowo namun juga menyetujui menjadi Kapolri. Tapi, kata Desmond, makalah Presisi dari Komjen Listyo Sigit Prabowo dapat menjawab persoalan selama ini.

"Ini adalah persoalan jawaban atas problem-problem terjadi hari ini. Tinggal, bagaimana calon Kapolri yang akan ditetapkan nanti jadi Kapolri, bisa menjalankan secara maksimal," ucap Desmond.

"Jadi fraksi-fraksi sepakat menyetujui dengan catatan-catatan Presisi dijalankan dengan cara benar sesuai dengan apa yang hari ini dipresentasikan," imbuhnya.

HARI INI
Komisi III DPR RI langsung bergerak cepat setelah sepakat menyetujui Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri. Komisi III langsung mengirim surat ke pimpinan DPR agar digelar rapat paripurna penetapan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru.

"Selanjutnya kami menunggu rapat paripurna untuk disetujui DPR dan Komisi III hari ini juga mengirimkan surat ke pimpinan DPR RI agar supaya secepat-cepatnya," kata Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1).

Komisi III juga menyetujui pemberhentian Jenderal Idham Azis dari jabatan Kapolri. Adies mengatakan mungkin besok (hari ini-red) rapat paripurna penetapan Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri digelar.

"Mungkin besok untuk dilaksanakan paripurna persetujuan DPR dan segera dikirim ke Bapak Presiden untuk dilantik menjadi Kapolri yang baru pengganti Bapak Idham Azis," ujar Adies. (detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com