DPRD SU Desak Dinas Ketapangnak Sumut Turunkan Tim Teliti Penyakit LSD Serang Ternak di Labusel


149 view
DPRD SU Desak Dinas Ketapangnak Sumut Turunkan Tim Teliti Penyakit LSD Serang Ternak di Labusel
Foto: Ist/harianSIB.com
Ternak lembu yang terjangkit penyakit penyakit Lumphy Skin Disease (LSD). Ilustrasi

Medan (SIB)

Kalangan DPRD Sumut mendesak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (Ketapangnak) Sumut untuk segera menurunkan tim meneliti penyebab timbulnya penyakit Lumphy Skin Disease (LSD) yang menyerang ternak lembu di Kabupaten Labusel (Labuhanbatu Selatan), agar jangan sampai meluas ke daerah lain.


Desakan itu diungkapkan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut dr Poaradda Nababan SpB dan anggota FP Demokrat Ir Parlaungan Simangunsong ST IPM kepada wartawan, Rabu (18/5) di DPRD Sumut menanggapi keluhan para peternak di Labusel terkait ditemukannya penyakit LSD yang menyerang ternak lembu mereka.


"Penyakit LSD ini jangan dianggap sepele, karena dikabarkan menular, sehingga Dinas Ketapangnak Sumut perlu secepatnya menurunkan tim peneliti sekaligus penangkal penyakit tersebut, agar tidak melebar menyerang ternak ke seluruh wilayah Sumut," tandas Poaradda.


Menurut Parlaungan, jika Dinas Ketapangnak Sumut hanya mengandalkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Labusel, untuk melakukan penyuntikan tanpa meneliti penyebab terjadinya penyakit LSD ini, dikhawatirkan akan terus terjadi penularan dari ternak yang satu ke ternak yang lain, sehingga keberadaan ternak di Sumut terancam punah.


"Untuk mengantisipasi ini, sebaiknya Dinas Ketapangnak Sumut bergerak cepat melakukan karantina terhadap ternak-ternak yang sudah terkena virus LSD, jangan sampai tertular ke hewan lain," tegas Parlaungan sembari mengatakan, untuk menyelamatkan ternak yang sudah terserang penyakit, tidak cukup hanya kasih vitamin, tapi harus juga disuntik anti virus.


Ditambahkan Poaradda, penyakit LSD yang menyerang ternak lembu ini, sudah terdata di tiga kecamatan di Labusel, yakni Kecamatan Torgamba, Kecamatan Silangkitang dan Kecamatan Kampungrakyat, sehingga Dinas Ketapangnak Sumut pada tahap pertama segera melakukan penyuntikan dan selanjutnya melakukan penelitian penyebab terjadinya penyakit yang menghebohkan masyarakat ini.


Seperti diberitakan, peternak lembu di Dusun Paya Mombang, Desa Mandalasena, Kecamatan Silangkitang mengatakan, sudah ada satu ekor lembu miliknya yang terjangkit penyakit LSD dan dia hanya bisa memberi vitamin.


Ciri-ciri ternak yang sudah terjangkit penyakit LSD ini, tambah Poaradda, tubuh ternak lembu menjadi benjol-banjol dan kondisinya melemah, sehingga harus secepatnya diantisipasi oleh Dinas Ketapangnak Sumut.


"Tapi sangat disayangkan, hingga kini belum ada tindakan penanganan serius yang dilakukan Pemkab Labusel untuk mengatasi masalah tersebut. Padahal efeknya sangat berbahaya, sebab jika terus dibiarkan, maka akan banyak lembu yang terjangkit," katanya. (A4/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com