Dijadikan Tempat Transaksi Narkoba, Warga Polonia Minta Polisi Patroli di Pinggiran Sungai


114 view
Foto SIB/Desra Gurusinga
JAWAB : Anggota DPRD Medan Erwin Siahaan menjawab keluhan masyarakat saat menggelar reses masa sidang ketiga tahun II TA 2021 di halaman Gereja HKBP Jalan Polonia Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia, Senin (10/5) sore.
Medan (SIB)
Sungai di Kelurahan Polonia diharapkan bisa segera dikorek karena warga sekitar sering kebanjiran kalau musim hujan. Selain itu, dimintakan agar aparat kepolisian berpatroli di sana karena lokasi pinggiran sungai sering dijadikan tempat memakai dan transaksi narkoba.

“Kami ingin lingkungan sekitar bebas dari banjir dan peredaran narkoba,” ujar warga, Silaban, kepada anggota DPRD Medan Erwin Siahaan saat mengikuti reses masa sidang ketiga tahun II TA 2021 yang digelarnya di halaman Gereja HKBP Jalan Polonia Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia, Senin (10/5) sore yang dihadiri perwakilan camat, lurah dan para kepling serta ratusan warga.

Hal senada diungkapkan Nurhaidah Manurung, warga Jalan Starban Gang Bilal yang meminta agar sungai dikorek karena mengakibatkan banjir. Begitu juga dengan tidak adanya lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang meresahkan warga karena dikhawatirkan akan menimbulkan tindak kejahatan.

Warga lainnya mempertanyakan adanya lokasi lahan kosong di daerahnya. Namun warga tidak berani menanaminya karena khawatir pemiliknya marah. Warga berharap agar lurah bisa menjembatani warga dengan pemilik lahan agar bisa ditanami, daripada kosong. Selain itu warga juga mempertanyakan status tanah mereka, apakah bisa dibuat sertifikatnya.

Ada juga warga mempertanyakan biaya pengurusan surat-surat administrasi kependudukan dan pengurusan surat tanah. “Berapa sebenarnya biaya mengurus surat tanah, biar warga merasa jelas dan mempersiapkan dananya,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, perwakilan BPN Elsa mengatakan permasalahan tanah di Polonia sudah menjadi perhatian presiden.

Sedangkan lurah menyebutkan, persoalan sampah sudah banyak berkurang di daerahnya karena pemerintah sudah mengadakan mobil pengangkut sampah. Untuk menjemput sampah dari rumah warga ke tempat pembuangan sementara (TPS), juga sudah disiapkan becaknya. Namun warga diharapkan membayar iuran sampah karena kendaraan becak, bukan milik pemerintah tetapi swasta.

Terkait lahan kosong, disebutkannya, kalau untuk bercocok tanam, pihaknya bersedia mempertemukan warga dengan pemilik. “Namun akan dibuatkan perjanjian atau kontraknya. Pemilik pasti mau, namun urusan perjanjiannya harus jelas karena dikhawatirkan para penggarap mengakui tanah itu miliknya,” katanya.

Terkait pengorekan sungai, disebutkannya, sudah dua kali dikorek dan kalau air naik tidak lagi tergenang dan banjir langsung surut. Selain itu, sudah ada kegiatan ‘Sabtu Giat Bersih Narkoba’ untuk memerangi narkoba di wilayah ini. Bahkan sudah dibuat Posko yang diresmikan Kapolrestabes Medan.

Untuk urusan administrasi kependudukan dan surat tanah, ditegaskan lurah, tidak ada pengutipan alias gratis. Namun warga harus urus sendiri, dan melengkapi persyaratannya. “Kalau sudah lengkap, saya tandatangani,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Erwin Siahaan yang merupakan politisi PSI itu menekankan agar masyarakat bersama pemerintah bergandengan tangan membersihkan lingkungannya, mempersempit gerakan pengedaran narkoba. Dengan adanya kerjasama, lingkungan pasti bersih, aman dan warga bisa nyaman beraktivitas. (A12/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com