Dikhawatirkan Melarikan Diri, Kejagung Jebloskan Adelin Lis ke Lapas Gunung Sindur Bogor


198 view
Dikhawatirkan Melarikan Diri, Kejagung Jebloskan Adelin Lis ke Lapas Gunung Sindur Bogor
(Foto SIB/Baren Siagian)
TANDATANGANI: Sebelum dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Adelin Lis terpidana pembalakan liar menandatangani dokumen setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, Senin (28/6). 
Jakarta (SIB)
Dikhawatirkan melarikan diri kembali, jaksa pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung langsung mengeksekusi terpidana pembalakan liar, Adelin Lis, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor guna mempertanggungjawabkan perbuatannya selama 10 tahun penjara.

Adelin Lis terpidana 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar, dan uang pengganti Rp199 miliar, dideportasi dari Singapura lantanan diketahui hendak memperpanjang passportnya di Imigrasi Singapura dengan nama berbeda yang diduga asli tapi palsu (aspal). Pihak imigrasi langsung menghubungi Atase KBRI di Singapura . Pihak Atase KBRI langsung memberitahukan ke imigrsi Singapura bahwa yang bersangkutan merupakan buronan Kejaksaan Agung. Kemudian Adelin Lis dideportasi ke Indonesia.

"Berdasarkan pertimbangan pelaksanaan hukuman bagi Terpidana Adelin Lis ke dalam Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor dengan pengamanan maksimal (maximum security) tersebut, mengingat Terpidana merupakan buronan dengan risiko tinggi yang pernah melarikan diri dari Rutan sebanyak 2 kali yakni pada tahun 2006 dan pada tahun 2008,"kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leorand Eben Ezer Simanjuntak dalam rilisnya yang diterima, Senin (28/6).

Menurut Kapuspenkum Kejagung yang akrab dipanggil Leo itu menegaskan, Adelin Lis juga dijerat pidana Kehutanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi serta Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2004 tentang Kehutanan.

Sebelum dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur, lanjut Leo, Adelin Lis sempat diisolasi selama sepekan di rumah tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

Selama menjalani karantina kesehatan, Adelin Lis menempati ruang sel isolasi seorang sendiri dengan pengawasan kesehatan maksimal, dimana sejak pulang dari Singapura pada hari Sabtu, 19 Juni 2021.

"Terhadap Terpidana telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes rapid anti Covid 19 sebanyak 4 kali," tegasnya.
Leo menambahkan berdasarkan putusan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum, Terpidana Adelin Lis diputus bersalah pada tanggal 31 Juli 2008 dan dihukum dengan pidana penjara selama 10, denda Rp1.000.000.000,- subsider 6 bulan kurungan serta uang pengganti Rp 119.802.393.040 dan US$ 2.938.556,24 dan jika dalam waktu 1 bulan uang tidak dibayar dikenai hukuman 5 tahun penjara.

Selain itu, lanjutnya, Jaksa Eksekutor pada Kejaksaan Negeri Medan telah bergerak melakukan penelusuran harta benda (Asset Tracing) milik Terpidana Adelin Lis di kota Medan untuk melakukan pencarian harta benda milik terpidana. (H3/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com