Dipolisikan, Ketua Fraksi Golkar DPRD Humbahas Siap Hadapi


172 view
Dipolisikan, Ketua Fraksi Golkar DPRD Humbahas Siap Hadapi
Foto Istimewa
Rapat yang berlangsung di DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumatera Utara berujung kericuhan lalu viral di media sosial.
Jakarta (SIB)
Ketua DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas), Ramses Lumban Gaol, melaporkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Humbahas, Bantu Tambunan, ke polisi buntut penyiraman air saat rapat. Bantu Tambunan menegaskan siap menghadapi laporan tersebut.

Bantu Tambunan awalnya menjelaskan penyebabnya menyiramkan air ke Ramses Lumban. Dia mengatakan penyiraman dilakukan karena merasa aspirasinya tidak didengar.

"Itu kan spontanitas, tidak terencana karena kita sebagai anggota DPRD sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) tidak puas atas tindakan semena-mena, kekuasaan, atau keotoriteran ketua," ucap Bantu Tambunan saat dihubungi, Rabu (22/9).

Bantu mengatakan saat rapat itu, Ramses tidak mendengarkan aspirasi mereka sebagai anggota DPRD. Menurutnya, harusnya keputusan saat rapat diambil melalui jalur voting, bukan diputuskan sendiri oleh Ketua DPRD.

"Kalau dari jumlah Banggar yang hadir hari itu, harusnya dia lakukan voting. Itu yang tidak dilakukan ketua sehingga hak kita sebagai anggota Banggar terlecehkan, harusnya dia mempertanyakan ke forum, ke anggota Banggar, apakah ini dilanjutkan atau tidak," katanya.

Bantu menyebut, jika dilakukan voting, akan ada keputusan untuk menolak melanjutkan pembahasan KUA-PPAS P-APBD. Namun, menurut dia, Ramses mengambil keputusan sendiri untuk melanjutkan pembahasan KUA-PPAS.

"Kalau kita hitung, anggota Banggar itu pada umumnya tidak menyetujui untuk lanjut pembahasan KUA-PPAS. Tetapi karena otoriter, dia terus ketuk palu. Harusnya dia dengar dulu berapa orang yang menyetujui lanjut atau tidak. Jadi sebagai Ketua Fraksi Golkar tidak puas dengan tindakan ketua," ujarnya.

Terkait laporan yang dilayangkan Ketua DPRD, Bantu mengatakan tidak mempermasalahkan hal itu. Dia siap menghadapi laporan tersebut.

"Itu kan hak dia (Ketua DPRD) sebagai warga negara (untuk membuat laporan), dipersilahkan, tidak apa-apa. Harus kami hadapi. Karena ini bukannya terencana, bukan punya unsur kesengajaan," ucap Bantu.

"Bagaimana kalau hak-hak kita sebagai anggota DPRD itu disepelekan sesama anggota DPRD. Karena kita kan diantarkan ke sana oleh rakyat untuk kepentingan rakyat bukan ketua DPRD," tambahnya.

Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan kericuhan saat rapat di DPRD Humbahas viral. Ketua DPRD Humbahas Ramses disiram air saat kericuhan itu.

Dilihat pada Selasa (21/9), dalam video terlihat sejumlah anggota DPRD sedang melakukan rapat. Suasana rapat mulai memanas ketika Ketua DPRD Humbahas, Ramses Lumban Gaol, mengetuk palu.

Seorang anggota DPRD langsung berdiri mempertanyakan kenapa diambil keputusan oleh Ketua DPRD Humbahas. Dia juga terlihat mendatangi Ketua DPRD Humbahas yang duduk di bagian depan.

"Kenapa diputuskan, kenapa diputuskan, saya ini anggota Dewan, kenapa diputuskan," kata salah seorang anggota ke Ketua DPRD.

"Karena ada yang setuju," jawab Ketua DPRD.
Setelah itu, terlihat seorang anggota DPRD lainnya yang datang mendekati ketua DPRD. Anggota DPRD yang datang itu meminta agar keputusan itu dicabut.

"Cabut, cabut, cabut," teriak anggota DPRD itu.
Tak hanya meminta agar keputusan itu dicabut. Anggota Dewan yang menggunakan baju biru itu terlihat memukul meja dan menyiramkan air dari gelas ke ketua DPRD. (detikcom/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com