Dirjen Kebudayaan Apresiasi Batak Center Gelar Pra Kongres I Kebudayaan Batak Toba


269 view
Dirjen Kebudayaan Apresiasi Batak Center Gelar Pra Kongres I Kebudayaan Batak Toba
(Foto: harianSIB.com/Victor Ambarita)
Foto bersama usai panitia dan pengurus Batak Center beraudiensi dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid di Gedung E Dirjen Kebudayaan, Jakarta, Jumat (16/9/2022). Dari kiri: Johannes Marbun, Jerry R Sirait, SM Tampubolon, Hilmar Farid, Erwin TP Tobing, Tiomora Sitanggang, Freddy Pandiangan dan Judi Wahjudin. 

Jakarta (SIB)

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek, Hilmar Farid mengapresiasi kepedulian Batak Center terhadap budaya, melalui penyelenggaraan Bulan Kebudayaan Batak dan Pra Kongres I Kebudayaan Batak Toba yang akan digelar di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, 26-27 September 2022.


“Kita sangat bahagia ada organisasi seperti Batak Center yang perhatian pada budaya. Tapi nanti, akhirnya kita juga harus menggerakkan pemerintahan daerah (untuk perhatian terhadap budaya daerah),” ujar Hilmar Farid ketika menerima audiensi panitia dan pengurus Batak Center di Lantai 8, Gedung E Kemendikbud Ristek, Jakarta, Jumat (16/9).


Hilmar juga menyampaikan kelegaannya manakala juga telah diteken Perpres Strategi Kebudayaan oleh Presiden Jokowi.


“Dari segi perangkat regulasi kita sudah lengkap, tinggal implementasi di lapangan,” urai dia.


Dalam Pra Kongres I Kebudayaan Batak Toba nanti, Hilmar akan memaparkan bagaimana peran pemerintah dan organisasi kemasyarakatan seperti Batak Center, serta dunia usaha untuk bahu-membahu terhadap kebudayaan.


Meskipun sedang bertugas keluar negeri, Hilmar berjanji akan hadir melalui zoom dalam Pra Kongres I Kebudayaan Batak Toba nanti.


“Kita bertanggung jawab terhadap generasi yang akan datang. Jadi kalau anak sekolah tidak lagi mengenal bahasa daerahnya, itu berarti ada yang salah dengan kita (orang dewasa), bukan anaknya,” tegasnya.


Sebelumnya, Ketua Panitia, Irjen Pol (Purn) Erwin TP Tobing menyampaikan harapannya atas kehadiran Hilmar Farid selaku Dirjen Kebudayaan untuk memberikan arahan mengenai kebudayaan Batak di tengah pusaran arus global.


“Kegiatan pra kongres ini juga diadakan di beberapa tempat yaitu Tarutung, Medan hingga Jerman. Dan puncaknya nanti Kongres Kebudayaan Batak di Balige pada bulan Oktober,” pungkasnya.


Sementara, Ketua Umum Batak Center, Ir Sintong M Tampubolon mengungkapkan kerinduannya bisa bekerjasama dengan Dirjen Kebudayaan.


“Mungkin kami satu-satunya organisasi Batak yang full fokus perhatian kepada kebudayaan. Mungkin ada puluhan organisasi Batak, tapi yang peduli bicara kebudayaan ya Batak Center. Karena itu, kami berharap sinergi yang sudah dan akan datang dengan Dirjen Kebudayaan ini dapat terus terjalin,” imbuhnya.


Sedangkan Sekjen Batak Center, Drs Jerry R Sirait mengutarakan, “Kami membutuhkan arahan dari bapak selaku Dirjen Kebudayaan, agar arahan tersebut dapat diteruskan ke daerah-daerah,” kata dia.


Sekretaris pengarah, Johanes Marbun menambahkan di era teknologi ini mau tidak mau akan menghantam kebudayaan yang tidak mampu menyesuaikan diri.


“Di beberapa negara mereka mampu menyesuaikan. Misalnya, laptop orang Jepang tulisannya tetap huruf Jepang. Dia tetap menyesuaikan diri dengan perubahan peradaban,” katanya.


Sedangkan, menurut Johanes, Indonesia sangat kaya akan budaya. “Apakah kita akan mengangkat kebudayaan kita ini atau justru ikut arus perubahan budaya global,” tandasnya.(SS 24/c)





Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com