Sabtu, 22 Juni 2024 WIB
Ditetapkan KPK Tersangka

Dua Pimpinan BUMN Pakai Duit Haram Lunasi Kartu Kredit dan Bayar Member Golf

Redaksi - Sabtu, 13 Mei 2023 08:22 WIB
313 view
Dua Pimpinan BUMN Pakai Duit Haram Lunasi Kartu Kredit dan Bayar Member Golf
Foto: Wilda/detikcom
KPK menetapkan Dirut-Dirkeu PT Amarta Karya tersangka korupsi. 
Jakarta (SIB)
Bisa-bisanya 2 pimpinan BUMN bidang konstruksi ini bersiasat proyek fiktif dan menggunakan duit korupsinya untuk kepentingan pribadi. Keduanya--yang kini sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka--memakai duit haram untuk melunasi tagihan kartu kredit hingga membayar keanggotaan klub golf.

Mereka adalah Catur Prabowo dan Trisna Sutisna. Nama pertama adalah Direktur Utama PT Amarta Karya dan Trisna sebagai Direktur Keuangan PT Amarta Karya. BUMN itu sendiri biasa disingkat AMKA yang bergerak di bidang konstruksi sipil yang awalnya adalah perusahaan konstruksi baja di Semarang, Jawa Tengah.

Catur dan Trisna ditahan KPK pada 11 Mei 2023. Mereka akan dimintai pertanggungjawabannya terkait proyek pengadaan subkontraktor fiktif di AMKA untuk periode 2018-2020. Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyebut korupsi yang dilakukan keduanya menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp 46 miliar.

"Saat ini Tim Penyidik masih terus menelusuri adanya penerimaan uang maupun aliran sejumlah uang ke berbagai pihak terkait lainnya," kata Johanis dalam konferensi pers di kantornya pada Kamis kemarin.

Memangnya keduanya melakukan korupsi apa?

Dalam keterangan pers yang disampaikan KPK diketahui bila pada tahun 2017 Catur meminta Trisna dan pejabat di bagian akuntansi AMKA menyiapkan uang untuk kepentingan pribadi Catur. Sumber uang itu nantinya diambil dari pembayaran sejumlah proyek yang dikerjakan AMKA.

Trisna dan sejumlah staf di AMKA lalu membuat badan usaha berbentuk CV untuk menerima pembayaran subkontraktor dari AMKA tanpa melakukan pekerjaan atau dengan kata lain fiktif. Di sinilah permainan dimulai.

Badan usaha CV fiktif itu selanjutnya digunakan sebagai penampung duit dari proyek-proyek fiktif AMKA. KPK mengungkap ada sekitar 60 proyek AMKA yang disubkontraktorkan secara fiktif.

"Di antaranya adalah pekerjaan konstruksi pembangunan rumah susun Pulo Jahe, Jakarta Timur; pengadaan jasa konstruksi pembangunan gedung olahraga Univesitas Negeri Jakarta; pembangunan laboratorium Bio Safety Level 3 Universitas Padjajaran," kata Johanis.[br]


Aliran-aliran duit itu ditampung oleh salah satu staf bagian akuntansi AMKA yang menjadi orang kepercayaan Catur dan Trisna. Hal itu demi memudahkan Catur dan Trisna mencairkan uang untuk kepentingan pribadinya.

"Uang yang diterima tersangka CP (Catur Prabowo) dan tersangka TS (Trisna Sutisna) kemudian diduga antara lain digunakan untuk membayar tagihan kartu kredit, pembelian emas, perjalanan pribadi ke luar negeri, pembayaran member golf dan juga pemberian ke beberapa pihak terkait lainnya," kata Johanis.

Catur dan Trisna pun dijerat sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (detikcom/d)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
KPK
beritaTerkait
Penuntut Umum KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Bupati Labuhanbatu Nonaktif
Lokasi Harun Masiku Sudah Diketahui, Ini Kata KPK
Satgaswil 12 dan KPK Rakor Sistem Pencegahan Korupsi dan Pengenalan MPC di Palas
Tessa Mahardika Jadi Jubir KPK Baru, Ini Profil Lengkapnya
KPK Bakal Konfirmasi Sekjen PDIP Hasto Soal Informasi Terbaru Terkait Harun Masiku
KPK Sita Kantor Nasdem dan Pabrik Sawit Diduga Milik Bupati Labuhanbatu
komentar
beritaTerbaru