Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Dua Tahun Pdt Robinson Butarbutar Jadi Ephorus, HKBP Sanggup Bayar Utang Rp144 Miliar

* HKBP Mendesak Penyelamatan Lingkungan Danau Toba
Redaksi - Kamis, 27 Oktober 2022 08:58 WIB
5.396 view
Dua Tahun Pdt Robinson Butarbutar Jadi Ephorus, HKBP Sanggup Bayar Utang Rp144 Miliar
Foto: SIB/Horas Pasaribu
ULOSI: Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar bersama Sekjen HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan, Kadep Marturia Pdt Daniel Harahap MTh, Kadep Diakonia Pdt Debora Purada Sinaga dan Kadep Koinonia Pdt Dr Deonal Sinaga mangulosi Steven Tanner,
Sipoholon (SIB)

Baru menjabat dua tahun, Ompui Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Dr Robinson Butarbutar sudah berhasil membayarkan utang dana pensiun HKBP sebesar Rp144,7 miliar pada Desember 2020 lalu. Data terkini, utang dana pensiun HKBP hanya tersisa Rp7,7 miliar lagi. Diperkirakan akhir bulan ini sudah lunas seluruhnya.

Hal itu terungkap saat Ephorus yang akrab disapa Pdt Robin ini, menyampaikan Barita Jujur Taon Ephorus HKBP Desember 2020-Oktober 2022 dalam Sinode Godang HKBP ke-66 di Auditorium Seminarium Sipoholon, Rabu (26/10).

Ephorus berharap, keseluruhan utang untuk dana pensiun yang belum terbayarkan itu sudah bisa diselesaikan sehingga tidak akan ada lagi utang HKBP untuk dana pensiun ke depannya.

Menurut Pdt Robin, terselesaikannya utang dana pensiun secara bertahap, sebagai bentuk dari kepercayaan dari jemaat kepada pimpinan HKBP yang senantiasa menerapkan transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan.

“Banyak hal yang sudah dilakukan dalam menutupi utang ini. Baik melalui ‘Gerakan Seribu Rupiah Per Hari’ yang dilakukan jemaat HKBP, ‘Gerakan Lima Ribu Rupiah Sekali Saja’ yang dilakukan parompuan (perempuan) HKBP, dan juga bantuan dari pemerhati kasih HKBP yang digerakkan Menko Marves Jenderal (Purn) TNI Luhut Binsar Panjaitan. Demikian juga dengan gerakan-gerakan yang dilakukan huria, resort dan distrik,” bebernya.

Pdt Robin menyampaikan, sebagai pimpinan, sering terkejut di saat pelayanan pada saat peribadatan bahwa bukan hanya jemaat yang sudah besar atau mapan yang ikut serta pada program itu dengan melakukan pesta penggalangan dana pensiun. Akan tetapi, juga jemaat yang sedang membangun fisik. Begitu juga dengan jemaat yang sedang menghadapi permasalahan dari masyarakat intoleransi ikut juga memberikan perhatian melalui dana.

“Sampai awal Oktober 2022, sudah dibayarkan utang ke dana pensiun sebesar Rp110,6 miliar, walau dana yang sudah terkumpul sebesar Rp124,3 miliar. Walau demikian, kita masih terus melakukan upaya agar menyelesaikan pembayaran ke lembaga sesuai dengan kesepakatan,” tukasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sudah banyak hal yang sudah dilakukan bersama pimpinan HKBP untuk dua tahun setelah Sinode Godang tahun 2020 yang lalu. Diharapkan dua tahun terakhir sebelum tahun 2024 akan banyak lagi yang akan dilakukan untuk perbaikan HKBP ke depannya.[br]



Sementara mengenai kerjasama dengan pemerintah, Pdt Robin mengatakan, HKBP bekerjasama sangat baik dengan pemerintah.

Dalam berbagai kesempatan khususnya dalam menghadapi tantangan besar di negara kita ini, terlebih masalah pandemi Covid-19, HKBP ikut membantu pemerintah dengan berbagai hal baik dalam penyediaan vaksin. Kerjasama yang baik juga dilakukan melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Sosial, Menteri BUMN serta Menteri Pertanahan dan Tata Ruang.

“Pimpinan HKBP juga diterima Presiden Republik Indonesia di Istana Bogor pada Februari 2022 yang lalu. Kita bangga diterima di sana karena Istana Bogor itu bagaikan ‘rumah pribadi’ bagi presiden. Pimpinan HKBP juga diterima diterima oleh Menko Marves pada Agustus 2022 lalu, guna menyampaikan rasa terimakasih atas dukungan dan bantuan yang mereka lakukan untuk HKBP khususnya dalam menyelesaikan utang ke dana pensiun,” ujarnya.

Pada akhir penyampaian Barita Jujur Taon, Ephorus memberikan ulos kepada Steven Tanner sebagai Konsultan Dana Pensiun HKBP atas bantuannya dalam penyelesaian utang HKBP.


DESAK PENYELAMATAN

Sementara itu, Pdt Dr Binsar Pakpahan menyampaikan materi isu publik yang akan dibicarakan di Sinode Godang HKBP merespon dokumen sidang raya World Church Council (WCC) atas perhatian darurat iklim. Dikutip dari materi isu publik tersebut, HKBP mendesak pemerintah pusat dan daerah, swasta, serta masyarakat agar sesegera mungkin melakukan langkah-langkah konkret untuk menyelamatkan lingkungan hidup dan hutan di sekitar Danau Toba, serta mendorong pengembalian fungsi hutan ke semestinya.

Pemeliharaan lingkungan hidup dan hutan adalah faktor penting keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan aneka fasilitas umum yang dibangun Pemerintah Pusat akhir-akhir ini di sekitar Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, yang diharapkan membawa perbaikan kesejahteraan bagi rakyat

Kemudian, menolak berbagai tindakan pengambilan tanah adat dan mendorong pemerintah lokal di Kawasan Danau Toba dan Tapanuli untuk mempertimbangkan penerbitan perda tanah adat, secara khusus di delapan kabupaten Kawasan Danau Toba.

Sementara anggota DPR RI Sukur Nababan sebagai Tim Kaji Sentralisasi Keuangan HKBP, menyampaikan kajian tentang manfaat sentralisasi keuangan HKBP. Bagaimana teknis pelaksanaannya termasuk pengadaan aplikasi dari tingkat huria hingga kantor pusat. (Tim/c)






Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru