Empat Tersangka dan Berkas Perkara Korupsi di Dinas BMBK Sumut Dilimpahkan Kejari Langkat ke PN Medan


247 view
Empat Tersangka dan Berkas Perkara Korupsi di Dinas BMBK Sumut Dilimpahkan Kejari Langkat ke PN Medan
Foto: Dok/Asintel Kejari Langkat
DITANGKAP: Tersangka korupsi Ir HM Efendy Pohan (2 dari kiri) saat proses penangkapan oleh tim jaksa Kejari Langkat,Sabtu (21/9) malam lalu, di kawasan Bandara KNIA Deliserdang.
Medan (SIB)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pidsus Kejari Langkat telah melimpahkan berkas perkara empat tersangka dugaan korupsi Rehabilitasi/Pemeliharaan Rutin Jalan pada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumut UPT Jalan dan Jembatan pada (UPT J J) Binjai yang bersumber dari APBD Provinsi Sumut TA 2020 ke Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (30/9) lalu.

Kajari Langkat Muttaqin Harahap SH MH melalui Kasintel Boy Amali SH MH menginformasikan hal itu kepada wartawan, Sabtu (2/10), ketika dikonfirmasi tentang perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi tersebut, pasca dilakukannya penahanan terhadap keempat tersangka.

Disebutkan, pelimpahan berkas perkara berikut barang bukti untuk empat tersangka korupsi itu dilakukan oleh Kasi Pidsus Kejari Langkat bersama Tim JPU di Pengadilan Tipikor PN Medan. Sebelum dilakukan pelimpahan ke Pengadilan, pada Senin (27/9) lalu telah dilakukan tahap II (penyerahan tersangka berikut barang bukti) dari penyidik ke JPU di tempat tersangka ditahan yaitu Rutan Tanjungpura dan Lapas Klas II Binjai.

“Benar perkara empat tersangka korupsi itu sudah dilimpahkan Kasi Pidsus dan Tim JPU Kejari Langkat. Selanjutnya JPU tinggal menunggu panggilan untuk sidang,” ujar Boy Amali via pesan WA ponsel.

Keempat tersangka itu adalah Ir Dirmansyah MM (mantan Kepala UPT J-J Binjai selaku KPA (kuasa pengguna anggaran), Agus Suti Nasution ST selaku PPTK (pejabat pelaksana teknis kegiatan UPT JJ Binjai), Ir H Efendi Pohan MSi (mantan Kadis BMBK Provinsi Sumut) dan Tengku Syahril SE selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu pada UPTJJ (UPT Jalan dan Jembatan) Binjai.

Disebutkan, pekerjaan pemeliharaan rutin jalan provinsi di Kabupaten Langkat TA 2020 ini diperuntukkan dalam kegiatan patcing atau penambalan jalan berlubang menggunakan hotmix, perawatan perkerasan base A, perawatan damija selokan samping tidak diperkeras, grading operation/Go, di tujuh lokasi jalan yaitu jurusan simpang Pangkalansusu-Pangkalansusu Rp 248.178.580, Tanjungpura – Tanjungselamet Rp 328.077.400, Tanjungselamet – Simpang Tiga Namuungas Tangkahan Rp 369.357.300, Batas Binjai – Kwala Rp 222.082.980, Kwalasimpang–Marike–Timbanglawang Rp 731.057.420, Simpang Durianmuluh- Namuukur Rp 140.040.640 dan Namuukur – batas Karo Rp 448.792.760.

Dalam kegiatan tersebut ditemukan dugaan penyimpangan seperti adanya manipulasi dokumen pertanggungjawaban kegiatan/spj, pelaksana pekerjaan fiktif, pengurangan volume pekerjaan sehingga negara dalam hal ini Pemprov Sumatera Utara telah mengalami kerugian sebesar Rp 1.987.935.253, berdasarkan hasil pemeriksaan ahli konstruksi dan hasil audit KN BPKP Sumut atau hanya 20% yang dilaksanakan dan 80% tidak dilaksanakan.

Menurut Kasintel, para tersangka dituduh melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP dan subsidair melanggar Pasal 3 jo pasal 18 UU no 20 tahun 2001 tentang TPK jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP. (BR1/f)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com